Teman kerja, teman jalan, teman sharing. Inilah yang saya temukan di keluarga SD Islam As-Salam. Kalau penat melanda, biasanya kami hunting ke tempat-tempat rekreasi bersama.
Salah satunya ke Sumber Maron: air terjun Mini di Malang Selatan. Tempat wisata ini mungkin belum terlalu familiar di telinga kita. Saya baru dengar nama ini dari salah satu wali murid
yang mengatakan tempat ini asyik buat outbond. Biar tidak penasaran sekalian survey lapangan saya dan beberapa guru jalan-jalan ke sini.
yang mengatakan tempat ini asyik buat outbond. Biar tidak penasaran sekalian survey lapangan saya dan beberapa guru jalan-jalan ke sini.
21 Desember 2014 kami kami meluncur ke tekape dengan start finish SD Islam As-Salam.
![]() |
| start: SDI As-Salam |
Hasil survey saya Sumber Maron adalah tempat wisata alam edukasi berupa
sumber mata air yang berada di Desa Karangsuko. Kecamatan Pagelaran, Kabupaten
Malang. bentuknya seperti air terjun mini.
sumber mata air yang berada di Desa Karangsuko. Kecamatan Pagelaran, Kabupaten
Malang. bentuknya seperti air terjun mini.
Perjalanan dimulai…
Rute Sumber Maron:
Malang- stadion Kanjuruhan Kepanjen – Gondanglegi – sentra
penjualan ikan air tawar di sebelah kanan dan kiri jalan – di sepanjang jalan ini amati palang kanan
jalan nanti akan ada tulisan Sumber Maron- masuk gang- lokasi sekitar sekitar 400
meter dari jalan raya.
Malang- stadion Kanjuruhan Kepanjen – Gondanglegi – sentra
penjualan ikan air tawar di sebelah kanan dan kiri jalan – di sepanjang jalan ini amati palang kanan
jalan nanti akan ada tulisan Sumber Maron- masuk gang- lokasi sekitar sekitar 400
meter dari jalan raya.
Dari jalan raya
lurus saja sampai bertemu dengan tempat parkir yang lumayan luas.
lurus saja sampai bertemu dengan tempat parkir yang lumayan luas.
Suasana tempat parkir Sumber Maron, lain dari tempat parkir obyek wisata yang lain. Biasanya kalau kita main ke Makam Bung Karno, Jatim Park, Masjid Jin, Taman Safari, dan lain-lain pasti banyak penjual souvenir ynag menghiasi jalan.
Di sisi kanan kiri Sumber Maron hanya tampak rumah penduduk. Mungkin ide berjualan khas Malang Selatan bisa menjadi alternatif pekerjaan masyarakat sekitar lokasi.
Kalau dibandingkan dengan yang lai tempat ini masih tertinggal jauh dalam hal jumlah pengunjung. Tetapi, hal ini malah membuat saya senang karena lebih bisa menikmati keindahan wisata dengan leluasa. Tak harus berdesakan dan dapat mengekspresikan keinginan narsis saya dengan leluasa. hehe
Kami berjalan menuju penjualan tiket. Mata saya terperangah, tiketnya Cuma seribu rupiah!
Setelah membayar tiket perjalanan dimulai. Kami melewati perkebunan dan persawahan. Beberapa meter kemudian saya mendengar suara anak-anak yang berteriak kegirangan. Gemericik air mengalir di sebuah waduk kecil. Di dalamnya sudah banyak anak-anak dan orang dewasa berenang. Kami mengira inilah tempatnya. Ternyata bukan..
“Mana katanya ada air terjun?” tanya teman guru.
“Balik aja yuk, cuma sungai doang,” tambah yang lain.
But, nasi sudah menjadi bubur, perjalanan di lanjutkan.
Jalan yang kami lalui adalah jalan setapak becek dan berlumpur. So, harus
lepas sepatu alias telanjang kaki agar tidak jatuh (baca: kasihan sepatunya kalau kotor).
lepas sepatu alias telanjang kaki agar tidak jatuh (baca: kasihan sepatunya kalau kotor).
Segarnya udara, hijaunya pemandangan, dan suara ceria anak-anak membuat
kekecewaan teralihkan. Kami menikmati perjalanan sambil foto-foto (baca narsis)
kekecewaan teralihkan. Kami menikmati perjalanan sambil foto-foto (baca narsis)
Tak lama kemudian terdengar seperti suara air jatuh. Kami mempercepat
langkah sambil terus berhati-hati karena becek.
langkah sambil terus berhati-hati karena becek.
Dan… terlihat air terjun mini. Ketinggiannya sekitar 5-6 meter dan
kemiringan sekitar 60 derajat. Seger banget pas lihat. Sat penyesalan saat itu:
tidak bawa baju ganti! Jadinya cuma bisa lihat-lihat dan narsis berjmaah. Seru
kali ya kalau sewa ban, bermain air, meluncur, dan menjelajahi sungai.
kemiringan sekitar 60 derajat. Seger banget pas lihat. Sat penyesalan saat itu:
tidak bawa baju ganti! Jadinya cuma bisa lihat-lihat dan narsis berjmaah. Seru
kali ya kalau sewa ban, bermain air, meluncur, dan menjelajahi sungai.
Untuk ukuran tempat wisata, sebenarnya Sumber Maron sudah memiliki
fasilitas yang cukup. Selain tempat parkir, terdapat pula aneka macam warung,
toilet, dan tempat penyewaan ban. Hanya saja, masih perlu dilakukan banyak
perbaikan. Diantaranya akses jalan menuju lokasi, penambahan tempat duduk bagi
pengunjung, serta adanya petugas yang berjaga di beberapa tempat. Mengingat
banyaknya anak-anak yang bermain air, antisipasi juga perlu dilakukan.Terlepas
dari kekurangannya, wisata Sumber Maron dapat dijadikan alternatif liburan di
Malang. Selain murah, letaknya strategis dan masih alami menjadi nilai lebih.
Tak hanya itu, anak-anak dapat menikmati alam serta belajar bagimana mereka
mampu hidup dengan alam secara selaras. Ehm.. seandainya Sumber Maron mendapat
“polesan” dari pemerintah pasti akan lebih cling..
fasilitas yang cukup. Selain tempat parkir, terdapat pula aneka macam warung,
toilet, dan tempat penyewaan ban. Hanya saja, masih perlu dilakukan banyak
perbaikan. Diantaranya akses jalan menuju lokasi, penambahan tempat duduk bagi
pengunjung, serta adanya petugas yang berjaga di beberapa tempat. Mengingat
banyaknya anak-anak yang bermain air, antisipasi juga perlu dilakukan.Terlepas
dari kekurangannya, wisata Sumber Maron dapat dijadikan alternatif liburan di
Malang. Selain murah, letaknya strategis dan masih alami menjadi nilai lebih.
Tak hanya itu, anak-anak dapat menikmati alam serta belajar bagimana mereka
mampu hidup dengan alam secara selaras. Ehm.. seandainya Sumber Maron mendapat
“polesan” dari pemerintah pasti akan lebih cling..






















9 Comments. Leave new
Betul, kalau "dipoles" pasti akan lebih memikat
Betul, kalau "dipoles" pasti akan lebih memikat
Kalau dikelola dengan baik, makin apik tempat wisata ini, ya. Dan mudah-mudahan tetap bertiket murah meskipun fasilitas dan layanannya membaik
kapan2 harus main ke sana nih 🙂
Iya, main air puas kayaknya
iya Mas KOkonata dan Mbak Rihanu, semoga segera ada "polesan" dari pemerintah setempat..
Yuk main ke Malang Mbak Lina… ditunggu:)
Seger neh air terjunnya …
Banget Bang Ale..
terimakasih sudah mampir:)
saya belum pernah melihat wisata sumber maron ini, padahal sering aq lewat daerah ini. kapan kapan kepingin sekali aq masuk ke wisata sumber maron ini