Momen Refleksi: Tentang Perjalanan, Bukan Sekadar Tujuan Di sabana, aku jadi mikir. Hidup kadang mirip perjalanan ke Bukit Premium ini. Kita bisa memilih jalan cepat, praktis, tapi mungkin ada cerita yang terlewat. Atau kita pilih jalan yang lebih susah, lebih lama, tapi di sepanjang jalan kita belajar banyak hal. Aku belajar sabar, belajar menikmati setiap langkah, bahkan belajar tertawa di tengah lelah. Dan yang terpenting, aku merasa lebih “nyambung” dengan alam. Bukit, angin, dan sabana seakan mengajarkan untuk pelan-pelan, menikmati, dan mensyukuri setiap hal kecil. Pulang: Jalan Ditutup, Cerita Bertambah Setelah puas menikmati sabana, aku akhirnya harus turun. Total perjalanan sekitar 12.000 langkah. Alhamdulillah melebihi target harian. Perjalanan pulang tentu lebih mudah karena jalannya menurun, tapi tetap saja lutut dan kaki lumayan protes. Namun kali ini aku sudah nggak peduli. Hati terlalu bahagia, dan pikiranku masih penuh dengan pemandangan cantik tadi. Sesampainya di bawah, aku menengok sebentar ke arah atas. Aku senyum sendiri. “Aku berhasil jalan kaki sampai atas,” batinku bangga. Bukan sekadar sampai, tapi juga membawa pulang banyak cerita Entah mengapa, perjalanan pulang rasanya lebih cepat dan lebih ringan. Alhamdulillah kami berhasil PP jalan kaki alias tanpa naik ojek. Sampai ke parkiran, kami pulang melewati Nongkojajar lagi. Namun, ternyata kami harus berhadapan dengan kejutan: banyak jalan ditutup. Rupanya ada acara lokal, mungkin berkaitan dengan truk-truk sound horeg yang kulihat tadi pagi. Resiko kalau travelling di Bulan Agustus. Wkkwkw.. Kami terpaksa muter lewat jalur lain, lebih panjang, lebih berliku. Awalnya kesal, tapi lama-lama aku tertawa sendiri. “Ya sudah, toh semakin lama di jalan, semakin panjang ceritanya,” batinku. Kadang perjalanan memang suka bercanda dengan kita, memberi kejutan di luar rencana. Jadiii.. yang awalnya kami mau lewat Nongkojajar, jadinya lewat Pakis dan Sawojajar. Langsung masuk tol menuju Surabaya. Bener-bener di luar skenario. Alhamdulillah perjalanan melewati Pakis aman tidak ada jalan ditutup. Keunikan alam Bukit Premium: Hamparan sabana luas yang hijau segar, mirip seperti Bukit Wairinding di Sumba Lanskapnya menghadirkan perbukitan berundak yang dramatis, dengan kabut tipis di pagi hari dan pemandangan Gunung Bromo, Semeru, hingga Arjuno dari kejauhan Cocok banget untuk foto-foto estetik, berburu sunrise atau sunset, piknik ringan, atau bahkan camping ground sederhana Tiket masuk dan parkir murah meriah buat scenery “premium”. Trekking ramah untuk pemula dan anak-anak, cukup landai dan pemandangannya “film alam” beneran Banyak spot instagramable Tips Kecil dari Perjalanan Premium Buat teman-teman yang ingin merasakan perjalanan ke Bukit Premium ala jalan kaki, ada beberapa hal kecil yang bisa jadi bekal: Bawa air minum cukup Percayalah, air mineral bisa jadi lebih nikmat daripada minuman manis apapun setelah tanjakan panjang. Pakai masker Selama perjalanan ada bagian yang penuh debu. Kenakan sepatu atau sandal gunung Jalan tanah dan bebatuan licin kalau habis hujan. Siapkan jaket tipis Udara di atas dingin, terutama pagi atau sore. Bawa snack ringan. Energi ekstra akan sangat berguna. Datang pagi atau sore. Sunrise dan sunset di sini katanya luar biasa. Tanya warga soal kondisi jalan. Siapa tahu ada penutupan jalur, jadi bisa siap dengan alternatif. Perjalanan kali ini mengajarkanku banyak hal. Bahwa premium itu bukan soal uang, tapi soal pengalaman. Premium adalah ketika kita tertawa di tengah capek, ketika kita menemukan keindahan di balik peluh, ketika kita menerima kejutan jalan yang ditutup tanpa mengeluh. Bukit Keciri, sang Sabana Guntur Loreng, mungkin hanya sebuah bukit di Pasuruan. Tapi bagiku, ia adalah guru kecil yang mengingatkan: nikmatilah proses, jangan buru-buru. Karena kadang, justru langkah-langkah paling beratlah yang membuat kita merasa paling hidup. Dan saat aku menoleh sekali lagi ke atas bukit sebelum pulang, aku tersenyum. Perjalanan ini bukan hanya tentang sampai, tapi tentang bagaimana aku melewati semua, dengan kaki yang pegal, hati yang penuh, dan cerita yang kini abadi dalam ingatan.