Katarak Mata: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Penanganannya
Sobat Zie, penglihatan yang perlahan menjadi buram sering dianggap sebagai hal biasa. Apalagi jika perubahan tersebut terjadi seiring bertambahnya usia. Padahal, kondisi tersebut dapat menjadi tanda katarak mata.
Katarak merupakan kekeruhan pada lensa mata yang menyebabkan penurunan tajam penglihatan. Kondisinya biasanya berkembang secara perlahan dan progresif. Karena itu, seseorang sering tidak menyadari kemunculannya pada tahap awal.
Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, katarak menjadi salah satu penyebab utama kebutaan. WHO juga menempatkan katarak sebagai salah satu penyebab utama gangguan penglihatan. Namun, katarak bukan berarti penglihatan pasti akan terus memburuk tanpa penanganan. Pemeriksaan yang tepat dapat membantu menentukan kondisi lensa. Selanjutnya, dokter dapat menentukan penanganan berdasarkan kebutuhan pasien.
Apa Itu Katarak Mata?
Lensa merupakan bagian mata yang berada di belakang iris dan pupil. Bagian ini membantu memfokuskan cahaya menuju retina. Dalam kondisi normal, lensa memiliki struktur yang jernih sehingga cahaya dapat melewatinya.
Pada katarak, lensa mengalami kekeruhan. Protein di dalam lensa dapat mengalami perubahan dan menggumpal. Akibatnya, cahaya tidak dapat melewati lensa secara optimal. Proses tersebut membuat penglihatan tampak kabur atau berkabut. Warna juga dapat terlihat lebih pudar. Pada tahap tertentu, aktivitas sehari-hari mulai ikut terganggu. Katarak dapat terjadi pada satu mata atau kedua mata. Namun, katarak tidak berpindah dari satu mata menuju mata lainnya. Perkembangan kekeruhannya juga dapat berbeda pada setiap mata.
Apa Penyebab Katarak?
Penuaan merupakan faktor yang paling sering berkaitan dengan katarak. Seiring usia bertambah, struktur protein pada lensa mengalami perubahan. Proses tersebut kemudian dapat menyebabkan terbentuknya kekeruhan. Meski demikian, usia bukan satu-satunya faktor penyebab. Kementerian Kesehatan menyebutkan beberapa faktor lain yang berkaitan dengan katarak. Faktor tersebut meliputi trauma, diabetes, obat tertentu, faktor genetik, dan lingkungan.
Riwayat keluarga juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami katarak. Selain itu, paparan sinar ultraviolet berlebihan dapat berperan. Kebiasaan merokok juga diketahui berkaitan dengan peningkatan risiko. Penggunaan obat golongan kortikosteroid dalam kondisi tertentu juga perlu diperhatikan. Begitu pula riwayat operasi atau cedera mata. Dengan demikian, katarak tidak hanya berkaitan dengan usia lanjut. Kondisi tertentu dapat membuat katarak muncul lebih awal.
Kenali Gejala Katarak Sejak Awal
Pada tahap awal, katarak dapat berkembang tanpa gejala yang jelas. Seiring kekeruhan bertambah, perubahan penglihatan biasanya semakin terasa. Penglihatan buram merupakan salah satu keluhan yang umum. Selain itu, warna dapat terlihat kurang cerah dibandingkan sebelumnya.
Sebagian penderita juga mengalami peningkatan sensitivitas terhadap cahaya. Lampu kendaraan pada malam hari dapat terasa lebih menyilaukan. Lingkaran cahaya atau halo di sekitar sumber cahaya juga dapat muncul. Kesulitan melihat dalam kondisi redup menjadi keluhan lainnya. Bahkan, penglihatan ganda pada satu mata dapat terjadi pada sebagian penderita. Kebutuhan mengganti ukuran kacamata secara berulang juga dapat muncul. Namun, berbagai gejala tersebut tidak selalu menunjukkan katarak. Gangguan mata lainnya dapat menimbulkan keluhan serupa. Karena itu, diagnosis sebaiknya tidak dilakukan berdasarkan gejala saja. Pemeriksaan mata tetap diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Bagaimana Katarak Didiagnosis?
Dokter mata akan melakukan pemeriksaan untuk menilai kondisi penglihatan. Pemeriksaan dapat mencakup pemeriksaan mata dengan pupil yang dilebarkan. Melalui pemeriksaan tersebut, dokter dapat melihat lensa dan bagian mata lainnya. Pemeriksaan juga membantu menemukan gangguan mata lain yang mungkin menyertai.
National Eye Institute menjelaskan bahwa pemeriksaan mata dengan dilatasi pupil dapat digunakan untuk mendeteksi katarak. Pemeriksaan tersebut juga membantu mengevaluasi kondisi mata secara keseluruhan. Oleh sebab itu, seseorang sebaiknya tidak menunggu sampai penglihatan sangat terganggu. Pemeriksaan menjadi semakin penting ketika keluhan mulai menghambat aktivitas.
Apakah Katarak Harus Segera Dioperasi?
Tidak semua katarak membutuhkan operasi segera. Keputusan operasi bergantung pada tingkat gangguan penglihatan dan dampaknya terhadap aktivitas. Pada tahap awal, dokter mungkin menyarankan penyesuaian aktivitas. Pencahayaan yang lebih baik dapat membantu ketika membaca. Kacamata dengan resep yang sesuai juga dapat membantu penglihatan.
Namun, langkah tersebut tidak menghilangkan kekeruhan lensa. Jika katarak sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, dokter dapat mempertimbangkan operasi. Dengan kata lain, keputusan operasi tidak hanya berdasarkan usia. Kondisi penglihatan dan kebutuhan pasien menjadi pertimbangan penting.
Bagaimana Operasi Katarak Dilakukan?
Operasi merupakan penanganan yang dapat menghilangkan katarak. Dalam tindakan tersebut, lensa yang mengalami kekeruhan dikeluarkan. Selanjutnya, lensa tersebut digantikan dengan lensa buatan. Salah satu teknik yang digunakan dalam bedah katarak adalah fakoemulsifikasi. Teknik ini menggunakan sayatan kecil dan energi ultrasonik untuk memecah lensa. Bagian lensa yang keruh kemudian dikeluarkan.
Setelah itu, dokter memasang lensa intraokular atau IOL. Jenis lensa yang digunakan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pasien. Kementerian Kesehatan melalui Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Katarak pada Dewasa menjadi salah satu rujukan penting. Pedoman tersebut membahas tata laksana katarak secara klinis di Indonesia. Sementara itu, National Eye Institute menyebutkan bahwa operasi katarak dapat memperbaiki gangguan penglihatan akibat katarak. Pemilihan waktu operasi tetap perlu didiskusikan dengan dokter mata.
Bisakah Katarak Dicegah?
Tidak semua kasus katarak dapat dicegah. Faktor usia merupakan bagian dari proses alami yang tidak dapat dihentikan. Meski demikian, beberapa kebiasaan dapat membantu menjaga kesehatan mata. Perlindungan terhadap paparan sinar ultraviolet menjadi salah satunya.
Menggunakan pelindung mata ketika melakukan aktivitas berisiko juga penting. Kebiasaan merokok sebaiknya dihindari. Selain itu, kondisi kesehatan seperti diabetes perlu dikelola dengan baik. Pola makan seimbang juga mendukung kesehatan tubuh dan mata. Konsumsi sayuran, buah, kacang-kacangan, dan makanan bergizi dapat menjadi bagian dari pola tersebut.
Kapan Sobat Zie Perlu Memeriksakan Mata?
Sobat Zie, perubahan penglihatan tidak sebaiknya dianggap sekadar akibat bertambahnya usia. Terlebih jika penglihatan semakin buram dan mengganggu aktivitas. Segera periksakan mata apabila sulit melihat pada malam hari. Keluhan silau berlebihan juga perlu mendapatkan perhatian. Begitu pula ketika warna terlihat semakin pudar. Perubahan ukuran kacamata yang sering juga sebaiknya tidak diabaikan.
Pemeriksaan menjadi langkah penting karena gejala katarak dapat menyerupai gangguan mata lainnya. Diagnosis yang tepat membantu menentukan penanganan yang sesuai. Pada akhirnya, katarak merupakan kondisi kesehatan mata yang perlu dikenali. Penuaan memang menjadi faktor utama, tetapi berbagai faktor lain juga dapat berperan.
Kabar baiknya, gangguan penglihatan akibat katarak dapat ditangani. Operasi menjadi pilihan ketika kekeruhan lensa sudah mengganggu fungsi penglihatan. Jadi, Sobat Zie tidak perlu menunggu penglihatan semakin menurun. Kenali gejalanya dan lakukan pemeriksaan mata secara berkala. Menjaga penglihatan bukan sekadar soal melihat dengan jelas. Penglihatan yang baik membantu kita tetap mandiri dan menjalani aktivitas sehari-hari.
Sumber Referensi
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Nasional Pelayanan Klinis Tata Laksana Katarak pada Dewasa, Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor HK.01.07/MENKES/67/2026.
- World Health Organization. Blindness and Vision Impairment, 10 Februari 2026.
- National Eye Institute. Cataracts, diperbarui 19 Agustus 2026.
- National Eye Institute. Causes of Cataracts.
- Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI). Informasi dan kegiatan ilmiah terkait kesehatan mata dan bedah katarak.

