Khe Dai Kok San – Kafe dengan Nuansa Peranakan di Koridor Heritage Kayutangan Malang
Malang selalu punya cara memanjakan pencinta kuliner. Setiap sudut kotanya menyimpan cerita, aroma, dan pengalaman yang sulit dilupakan. Salah satu kawasan yang tak pernah sepi adalah Koridor Heritage Kayutangan, tempat bangunan tua, café estetik, dan restoran unik berdiri berdampingan. Di antara suasana tempo dulu yang menawan itulah saya menemukan sebuah tempat makan yang langsung mencuri perhatian — Khe Dai Kok San, sebuah resto bernuansa oriental-peranakan yang terasa kaya budaya sejak langkah pertama.
Waktu itu, di Kayutangan sedang ramai-ramainya. Jalanan penuh pejalan kaki, penjual kaki lima, dan wisatawan yang sibuk mengambil foto bangunan heritage. Namun begitu saya melangkah masuk ke Khe Dai Kok San, suasananya langsung berubah total. Seolah-olah saya memasuki ruang waktu berbeda — versi modern dari rumah makan peranakan tempo dulu. Inilah yang membuat saya ke sini berulang kali, dan kadang jadi alternatif kalau teman-teman ngajak makan di Kayutangan.
Interiornya memadukan ornamen Tionghoa klasik, lampion merah hangat, wallpaper oriental, perabot kayu tua penuh karakter, dan pajangan vintage yang tampak dirawat dengan cinta.
Setiap sudut terasa instagramable, tapi tanpa kehilangan nuansa orisinalitas. Ada kehangatan yang muncul dari warna-warna merah, coklat, dan gold yang mendominasi. Musik lembut berirama oriental mengalun di latar, membuat suasana makan semakin intim.
Saya duduk di meja dekat jendela besar yang menghadap koridor Kayutangan. Dari situ, saya bisa melihat hiruk pikuk jalan, tetapi tetap merasakan ketenangan khas restoran ini. Kontras yang menarik, dan jujur saja, sangat memikat.
Menu Khe Dai Kok San langsung membuat saya tersenyum. Bukan jenis menu yang terlalu banyak hingga membingungkan, tetapi juga tidak terlalu sederhana. Pilihan hidangannya cenderung fokus ke masakan oriental-peranakan, namun dengan sentuhan modern.


Apa yang membuat ambience-nya istimewa?
- Pencahayaan hangat yang membuat makanan terlihat menggoda.
- Dekorasi antik bernuansa Tionghoa yang memberi vibe peranakan autentik.
- Meja kayu klasik yang cocok untuk foto.
- Jarak antar meja pas, memberi privasi tanpa terasa terisolasi.
- Pemandangan Kayutangan yang ramai dari balik kaca, kontras dengan suasana tenang di dalam.
Café ini seperti “ruang rahasia” di tengah keramaian.
Pelayanan: Friendly dan Helpfull
Pelayanan adalah salah satu elemen yang saya perhatikan sebagai food blogger, dan Khe Dai Kok San memberikan kesan positif.
- Staff ramah sejak saya masuk.
- Mereka menjelaskan menu dengan sabar.
- Hidangan datang cukup cepat.
- Saat saya bertanya rekomendasi, mereka memberikan saran yang jujur.
Di restoran yang ramai, pelayanan seperti ini benar-benar menambah nilai.
Tempat yang Membawa Ketenangan di Tengah Riuhnya Kayutangan
Saat makan sambil memandang jalan Kayutangan yang ramai, saya merasa Khe Dai Kok San hadir sebagai ruang alternatif, sebuah tempat bagi siapa pun yang ingin menepi sejenak dari riuh wisata kota.
Duduk di dalam, dengan lampion-lampion merah dan aroma makanan oriental yang mengepul, saya merasa seperti makan di rumah kerabat peranakan, bukan di resto modern.
Tempat ini adalah kombinasi makanan yang comforting, ambience kaya budaya, dan suasana yang menenangkan. Bahkan setelah selesai makan, saya memilih untuk duduk beberapa menit hanya untuk menikmati suasana.

Khe Dai Kok San Bukan Sekadar Tempat Makan, Ini Sebuah Cerita
Jika Sobat Zie sedang menjelajah Kayutangan Heritage, jangan lewatkan mampir ke Khe Dai Kok San. Tempat ini adalah perpaduan: rasa lezat, nuansa oriental yang autentik, spot foto cantik, dan pelayanan menyenangkan.
Cocok untuk makan siang, dinner sederhana, ngopi santai, konten kuliner, atau sekadar rehat setelah berjalan keliling Kayutangan.
Bagi saya pribadi, Khe Dai Kok San adalah salah satu hidden gem yang membuat Malang semakin layak disebut surga kuliner. Dan saya yakin, sekali datang, Sobat Zie akan ingin kembali.








