Pentingnya Korelasi Pendidikan Akademik dan Moral Bagi Generasi Millenial - Rumah Cinta Zie

Pentingnya Korelasi Pendidikan Akademik dan Moral Bagi Generasi Millenial



Maraknya kasus bullying yang akhir-akhir ini yang terdengar tentunya membuat kita miris, meski sebenarnya kasus bullying sudah lama terjadi. bahkan sebelum saya lahir hehe. Namun mirisnya, seiring berkembangnya zaman, kasus bullying bukannya makin meredup tapi malah makin merebak di masyarakat. Seakan-akan masalah ini menjadi trend.
Bicara tentang kasus bullying, saya jadi teringat masa kecil yang juga mengalami bullying. Dikerjai, dikucilkan, diolok-olok, bahkan dilukai secara fisik. Lapor ke guru juga tidak ada tindakan apa-apa, karena dulu Fauziah kecil tidak termasuk siswa yang pintar, duduknya di barisan murid-murid yang bilainya kurang. Jadi ya, nasib.. di kelas tidak bisa, di pergaulan dikucilkan. Tapi sudahlah..itu dulu hehehe.
Alhamdulillah saya memiliki karakter cuek dan tomboy, jadi tidak terlalu memikirkan, meski trauma dan ingatan itu terus lekat. Ya, memaafkan itu mudah namun melupakan itu yang sulit.
Karena tahu nggak enaknya jadi korban bullying, sebagai guru saya sangat mewanti-wanti murid-murid saya untuk tidak melakukan hal ini. Bener-bener harus pasang mata dan telinga biar bisa ngedeteksi terlebih dahulu dan tidak berlanjut.
Ehm.. mengapa sih bullying menjadi marak? Ini karena Bullying seakan “biasa”
Ini nampak dari acara TV yang menampilkan caci maki yang dikemas dalam canda, seakana menghibur. Jadi penonton menganggap itu biasa. Anak-anak jadinya tidak paham itu baik atau buruk. Kemudian meniru ke kehidupan sehari-hari, mengolok teman, menjatuhkan kepercayaan diri teman.
Di sinilah pentingnya pendidikan moral di dunia pendidikan, tidak hanya pendidikan sekolah namun juga rumah dan masyarakat. Mengapa harus semuanya? Karena anak hidup di lingkungan rumah, sekolah, dan masyarakat. Jadi salah jika pendidikan moral hanya sebatas pendidikan di sekolah.
Orang tua memiliki peran penting, orang tua adalah model pertama bagi anak. Bila ada masalah di sekolah, tetap guru bekerja sama dengan orang tua untuk menyelesaikan. Penanaman nilai moral pada masing-masing pribadi sangat berpengaruh melalui lingkup dan pola asuh.
Bentar dari tadi bicara pendidikan moral. Pendidikan moral itu apa sih? Pendidikan moral adalah sikap manusia yang menunjukan perilaku mengenai hal-hal baik yang sesuai dengan nilai-nilai kebaikan dan busi pekerti.
Di sekolah, di sekolah sekarang ada Penguatan Pendidkan Karakter atau isttlahnya PPK. Jadi unsur PPK ini masuk di kurikulum, perangkat pembelajaran, dan proses belajar mengajar.
Nilai-nilai utama PPK ini diantaranya religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas. PPK ini dirancang untuk memperkuat karakter siswa melalui harmonisasi olah otak (etika), olah rasa (estetika), olah piker (literasi), dan olah raga (konestetik) dengan kerjasama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Mengapa hal ini penting? Ini karena membangun SDM merupakan pondasi pembangunan bangsa.
Kalau orang dulu berpesan, jadi anak pintar ya, biar tercapai cita-cita yang kamu inginkan. Sekarang… Pintar saja tidak cukup, kita perlu adab. Karena banyak orang pintar namun maaf kurang jujur atau malah berperilaku yang tidak sesuai. Untuk itulah pendidikan moral ini penting diberikan pada generasi milenial.
Jadi bukan perkembangan zamannya yang salah, tapi kitanya yang harus semakin cerdas menghadapi perkembangan zaman.
Then, daripada membully untuk membuat teman tersudutkan dan sedih, mending kita saling beri hadiah.
Dari HR Bukhari, “Salinglah memberi hadiah, maka kalian akan saling mencinta,”
Mencinta dalam arti luas ya hehehe.. hadiah bisa jadi wujud rasa sayang ke sahabat. Jadi alangkah indahnya kalau kita stop bullying dan saling memberi hadiah. Pasti persahabatan jadi lebih asyik. Buat teman-teman yang butuh beli hadiah unik dan pastinya bisa untuk kenangan manis, bisa klik di Iprice ada banya ragam hadiah dan promo yang bikin teman-teman hepi.



2 comments:

  1. Anak skrg rentan dibully krn tayangan dan tontonan yg lebih banyak bisa diakses dari banyak sumber. Modal dikuatkan mentalnya supaya tdk berefek ke psikologisnya.

    ReplyDelete
  2. Sebentulnya dimulai dari lingkungan keluarganya dulu, kalo keluarga menanamkan nilai tak membiasakan bully, insyaAllah anak akan enggan berlaku membully orang lain.

    ReplyDelete

Senang sekali jika teman-teman berbagi komentar di lapak saya :)

Powered by Blogger.