Bebek untuk Masjid


Bebek untuk Masjid
“Porsi  hari ini lebih banyak dari hari kemarin,” kataku sambil memegang perut. Dilema antara sayang kalau tidak dihabiskan, apalagi kalau berkahnya di suapan terakhir.

“Iya, kenyang banget. Sapa yang mau nambah?” teman di sebelah lirik kanan kiri, melihat jamaah lain. Ternyata tak hanya aku yang merasa porsi sahur lebih banyak.

“Coba kalau di sebelah masjid ada peternakan bebek. Pasti bebeknya kenyang,”

“Bebek dan ayam. Pasti seru!”

“Iya seperti di rumahku, kalau makanan tidak habis langsung ditaruh di kandang, biar tidak mubadzir,”

“Bilang ke takmir yuk,” kataku semangat.

“Wah seru kalau sebelah masjid ada hewan. Mereka pasti gemuk, dapat makan dari jamaah yang itkaf di sini,”

“Iya,” kami gembira dengan ide cemerlang itu.

“Iya pas sepuluh ramadahan hewannya gemuk, lha 11 bulan yang lain? Dapat makan dari mana?, ” tiba-tiba ibu di sebelah menimpali.


Sejenak kami terdiam, mencerna kalimat beliau.  “Hahaha, iya ya.. terus selain bulan ramadhan siapa yang memberi makan?”


panjang tulisan: 994 characters with spaces

10 comments:

  1. Replies
    1. Terima kasih sudah mampir Bang Ali..
      Setelah saya baca ulang kok garing y? Hehe

      Delete
  2. Lho...ya dikasih makan juga atuh bebek fan ayamnya😁😁

    ReplyDelete
  3. Lho...ya dikasih makan juga atuh bebek fan ayamnya😁😁

    ReplyDelete
  4. Lho...ya dikasih makan juga atuh bebek fan ayamnya😁😁

    ReplyDelete
  5. memelihara bebeknya pas bulan puasa doang, Mbak Zi, habis itu dijual kan udah gemuk gemuk. Hihi

    ReplyDelete

Senang sekali jika teman-teman berbagi komentar di lapak saya :)

Powered by Blogger.