Keseruan River Tubing di Sungai Oyo dan Cave Tubing di Goa Pindul Yogyakarta





Mengulang kebersamaan, membuka salah satu memory saat travelling bareng teman-teman kuliah ke Goa Pindul, salah satu obyek wisata alam susur gua bawah tanah dengan aliran sungai di sepanjang lorong dengan menggunakan ban dalam besar (tube) dan jaket pelampung. Ada yang menyebut wisata ini dengan nama Cave Tubing Pindul.
Letaknya tak jauh dari rumah teman saya, Bu Rima.jadi saat itu kami sambaing bayi ke Gunung Kidul, eee ternyata Bu Rima dan suami punya kenalan guide ke Goa Pindul. Ya udah deh sekalian main. Ada paket sewa pelampung dan ban saja atau paket plus foto. Kami mengambil paket plus foto. Biar bisa fokus main dan ada bapak yang memfoto kami heheh. Bersyukur punya teman satu kelas yang memiliki hobi sama: travelling.

Menggunakan dua pick up terbuka kami menuju goa, perjalanan sekitar 15 menit. Saat kesana kami bertemu dengan bule yang kesulitan Bahasa setempat dan tidak tahu bagaimana cara menyewa pelampung dan guide. Ya untuk susur goa dan harus melalui persewaan pelampung dan ban. Nggak bisa ujug-ujug masuk goa. Karena saat itu kami mendengar kabar ada guide yang meninggal gara-gara mengambil barang pengunjung yang jatuh. Pas itu kena pusaran air. Jadi harus hati-hati dan jangan sampai merepotkan guide dengan bawang bawaan kita.
Perjalanan dimulai…

Sebelum memasuki Goa Pindul, kami susur sungai Oyo terlebih dahulu. Sungai Oyo adalah penyusuran sungai terbuka mirip sekali dengan Green Canyon, melewati pematangan sawah dan tebing-tebing batuan karst yang tinggi. Ingatan saya langsung ke Pacitan, bedanya saat di Pacitan susur sungai menggunakan perahu sedang di sini menggunakan ban dan pelampung,




Tak hanya sungai, namun juga ada air terjun di tengah lintasan. Jadi kita bisa river tubing tepat di bawah air terjun. Seru kan? Saya ketagihan beberapa kali di bagian ini hehhe.
Memasuki goa, kami disuguhkan beberapa ornamen batu stalagnit yang masih aktif dan yang sudah tak aktif. Kata pemandu, tetesan air di stalagtit itu mampu membuat ukuran batu bertambah. Jadi jangan sampai kita merusaknya. Tak hanya stalagtit, di zona kedua atau zona remang kami menikmati keindahan stalagnit. Ada stalagnit  perkasa dan stalagnit Mutiara. Di zona kedua ini pemandu menggunakan penerang karena memang agak gelap. Sepanjang jalan susur goa kami disuguhkan cerita mitos yang ada dalam goa tersebut.

Lanjut di bagian tengah. Ada bagian yang sempit di sini. Ada batu berukuran lebar yang disebut “Soko Guru” yang berarti soko: tiang dan guru berarti gungung atau bukit. Jadi maksunya tiang penyangga kedua bukit.
Setelah melewati zona sempit, kita akan melewati zona kelelawar. Seperti Namanya, kita akan bertemu banyak kelelawar, baik yang bergantungan atau yang terbang. Untunglah kelelawar ini cukuo jinak, tidak ada yang menggigit. Banyangan film vampire saya buang jauh-jauh dari imajinasi hahhaa. Zona ini lumayan panjang.
Di tengah perjalanan kita akan menemui cahaya dari atas. Inilah yang di sebut cahaya surga yang tersembunyi di Jogja atau The Hidden Paradise Of Jogja dan ini pula mengartikan perjalana hamier usai. Kita akan bertemu dengan ujung goa. Spot ini asyik untuk mengambil foto- semua spot asyik sih, Cuma di sin efek cahayanya kelihatan. Apalagi kalau siang hari. Sayangnya waktu kami ke sana, cahayanya belum terlalu banyak seperti waktu siang. Tapi tak apalah, saya udah senang bisa ke sini.

Perasaan senang mampu menghilangkan rasa capek yang melanda. Apalagi buat saya baru pertama ke sini. yeaaai caving Goa Pindul is my first caving tubing in a cave. weeewww rasanya pingin lagi dan lagi.
Kalau kesini prefer pagi, biar nggak terlalu ramai. Waktu kami kelar, kelihatan rombongan lain mau mulai petualangan. Syukurlah waktu kami ke sana tidak begitu ramai.

Setelah puas main ke sini, kami kembali ke Bu Rima untuk bersih diri dan ganti baju. Bersyukutr memiliki teman yang rumahnya nggak jauh dari goa, jadi bisa nitipin barang ke rumah doidan bisa numpang mandi #eh. Makasih banyak Bu Rima dan keluarga.
Jogja…nggak ada matinya. Semoga bisa ke sini lagi. Aamiin. Happy travelling gaeess

kangen kalian gengs...

di Stasiun Wonokromo, persiapan sebelum berangkat

bikin gerbong kereta gaduh hahaha


10 comments:

  1. Aku kapan ke Yogya yaaa *nangiskejer*

    ReplyDelete
  2. Pengen coba tapi takut membayangkan masuk gua wkwk Cemen deh akuhhhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. heheheh... gpp mbak.. kalau aku takut ketinggian.. jadi g berani berayun di atas jurang huhu,...
      masing-masing kita memiliki ketakutan..hahah

      Delete
  3. Jogja emang selalu punya cerita 😊 asyik itu ketika isengin teman di goa pindul hahaha 😁😁

    ReplyDelete
  4. Seru banget bisa main river tubing.
    Seumur umur aku ga belum pernah main beginian :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. ihhh tapi yang lebih kece dari ini dah pernah.. aku belooon

      Delete

Senang sekali jika teman-teman berbagi komentar di lapak saya :)

Powered by Blogger.