3 Hari Menikmati Pesona Kota Tua Melaka


http://www.duniazie.com/2017/02/3-hari-menikmati-pesona-kota-tua-melaka.html
Melaka, nama kota ini mengingatkan pada pelajaran IPS SD tentang nama selat yang yang memisahkan Pulau Sumatera dengan Semenanjung Malaya. Dan ternyata Malaka tidak hanya milik sebuah selat, tetapi juga milik sebuah kota.
Alhamdulillah Januari 2017 saya dan teman-teman mendapat kesempatan bertandang ke Kota ini. Tiket promo dari ketua rombongan berhasil membawa kami ke sini.
 Memasuki Melaka saya terpesona dengan bangunan-bangunan bersejarah yang terawat dan berdiri gagah. Kata teman, Melaka ini saudara kembarnya Kota Tua di Jakarta. Jadi penasaran dengan Kota Tua Jakarta, saya belum pernah kesana. Semoga segera aamiin.
Di Melaka terdapat beberapa bangunan bersejarah. Diantaranya adalah
1.        Bangunan Merah

http://www.duniazie.com/2017/02/3-hari-menikmati-pesona-kota-tua-melaka.html

  2.        Gereja tua Christ Church Melaka yang didirikan sejak tahun 1753
http://www.duniazie.com/2017/02/3-hari-menikmati-pesona-kota-tua-melaka.html
3.        Clock tower yang sudah berdiri sejak abad 19.
http://www.duniazie.com/2017/02/3-hari-menikmati-pesona-kota-tua-melaka.html
4.     Stadthuys (balai kota) yang memiliki nama lain Dutch Square ini dulu digunakan sebagai tempat tinggal dan kantor bagi gubernur Belanda. Sekarang menjadi Museum dan destinasi wisata
http://www.duniazie.com/2017/02/3-hari-menikmati-pesona-kota-tua-melaka.html
5.   Air mancur Ratu Victoria yang terletak di tengah-tengah taman yang konon merupakan hadiah untuk Queen Victoria

http://www.duniazie.com/2017/02/3-hari-menikmati-pesona-kota-tua-melaka.html

6.        Famosa (Porta De Santiago), benteng peninggalan penjajahan Portugal.
http://www.duniazie.com/2017/02/3-hari-menikmati-pesona-kota-tua-melaka.html
7.        Bukit St. Paul
8.        Gereja di St. Paul Hill, sebuah gereja tua peninggalan Inggris yang terletak di sebuah bukit yang cukup tinggi. Gereja ini sudah tidak beratap dan didalamnya terdapat banyak sekali batu nisan. saya tidak mampir ke sini heheh.

9.        Museum Dunia Melayu Dunia Islam


10.    Museum Setem Melaka

11.    Istana Kesultanan Malaka
12.    Museum Maritim Flora de la Mar


13.    Menara Taming Sari
3-hari-menikmati-pesona-kota-tua-melaka.html

14.    River Walk
3-hari-menikmati-pesona-kota-tua-melaka.html
15. Jongker Street, tempat paling happening di Malaka saat malam tiba, terutama di akhir pekan. Di jalanan ini tumplek blek warga-warga Malaka dan para travelers dari seluruh dunia. Kami ke sini dua kali. Pertama saat tengah malam kedua ba’da Maghrib (pas rame-banget).

3-hari-menikmati-pesona-kota-tua-melaka.html

16.    Kampung Morten
3-hari-menikmati-pesona-kota-tua-melaka.html

Karena kawasan ini memiliki banyak cerita tentang sejarah kota Melaka di masa lalu dan konon diyakini sebagai salah satu bangunan tertua di dunia, maka kawasan ini pun diakui oleh UNESCO sebagai salah satu warisan dunia (Malacca World Heritage). 
3-hari-menikmati-pesona-kota-tua-melaka.html

Alhamdulillahnya hotel tempat menginap kami tak jauh dari delapan destinasi wisata tersebut. Jadi untuk menuju 16 destinasi itu bisa dengan jalan kaki. Kalau capek bisa sewa sepeda atau naik becak hias. Ehm.. kecuali Kampung Morten, kami naik taksi, tapi pulangnya jalan kaki. Sebenarnya letak tak begitu jauh, tapi kami menyusurinya dari ujung Kampung kemudian pulang tembus daerah Christ Church.  
Lha saat kami ke sana suasananya sepi. Tapi ini keuntungan buat kami, jadi bisa eksplore kawasan sepuasnya. 
Yang saya suka dari kawasan ini adalah kerapian, ketenangan, keamanan, dan kebersihannya. Nyebrang jalan raya tidak perlu was-was, karena tak banyak mobil yang lalu lalang. Banyaknya kios-kios yang menjual aneka souvenir pun tidak membuat pemandangan di tempat ini menjadi semrawut. Tak banyak sampah berserakan, masyarakat ramah, dan toilet umum tidak bau. Hal-hal seperti ini yang patut diacungi jempol.
Oiya selain itu, yang bikin betah adalah Shubuh jam 06.00, Maghrib 19.24, Mall tutup jam 22.00. Buat yang suka begadang asyik nih. Selama di sana, saya dan teman-teman baru tidur sekitar jam 1 malam. Kami jalan kaki menyusuri Melaka ditemani sepi. Alhamdulillah aman.
Sesampai hotel kami bercerita kalau kaki rasanya pegal-pegal. Yaiyalah keliling kota jalan kaki. Namun meski hari pertama bilang kaki capek, tapi sampai hari ketiga di Melaka kami keliling terus sampai menahan sakit hahaha.
Buat pecinta wisata sejarah, tempat ini sangat cocok untuk dikunjungi karena banyak hal yang bisa kita lihat, pelajari, bahkan merasakan nuansa dan aura kehidupan di sini yang sudah terpendam beribu tahun lamanya. Rasanya kurang banget cuma nikmati Malaka tiga hari saja. Suasananya yang bikin betah dan aman pasti bikin pengennya berlama-lama di kota tua ini. Semoga bisa ke sini lagi. Aamiin...


Previous
Next Post »

4 comments

Write comments
Ali Muakhir
AUTHOR
1 March 2017 at 07:46 delete

Waaah, ternyata ada peninggalan portugal juga ya

Reply
avatar
1 March 2017 at 09:27 delete

Aku cuman seharian mba di Melaka luar biasa panyas kulit muka sampe gosong hahhaa

Reply
avatar
1 March 2017 at 20:08 delete

iya Bang Ali... ada Portugal dan Belanda..

Reply
avatar
1 March 2017 at 20:09 delete

pas saya ke sana pas sering hujan.. jadi tidak begitu panas.. tapi ya itu, kalau hujan, mager di hotel heheh

Reply
avatar

Senang sekali jika teman-teman berbagi komentar di lapak saya :)

EmoticonEmoticon

Bukuku

Bukuku