Ketika Menjadi Blogger Lebih Menggiurkan dibanding Menjadi Penulis Buku



Ketika Menjadi Blogger Lebih Menggiurkan dibanding Menjadi Penulis Buku


Ya, inilah yang saya rasakan satu tahun terakhir ini, sejak www.rumahcintazie.blogspot.com ganti www.duniazie.com “ketika menjadi blogger lebih menggiurkan dari pada menjadi penulis buku,”. 

Bukan masalah uang, bukan.. tetapi ada banyak hal yang membuat saya memutuskan menjadi blogger dalam kurun waktu satu tahun ini.

Apalagi rutinitas jalan-jalan pendidikan S-2 yang sedikit banyak mengubah jadwal harian. Menjadi blogger lebih nyaman dibanding nulis buku. Tapi bukan berarti tidak nulis buku, cuman mungkin lebih lama dari proses buku sebelumnya hehehe.

Jadi blogger itu mudah? Tidak juga menurut saya.

Suka Duka menjadi Blogger

Duluuuu saya adalah blogger yang asal-asalan, asal posting doang. Tapi sekarang, suedikit meningkat. Perjuangan dimulai dari coba jadi blogger yang serius dengan beli domain .com dengan modal 85.000/tahun alhamdulillah sekarang pengunjung www.duniazie.com rata-rata 900-1000/hari. 

Banyak blog yang pengunjungnya sudah ribuan. Angka pengunjung saya masih kecil. Tapi saya cukup puas. Karena dulu diklik 50 orang saja perhari dah senang. Sekarang hampir seribu seneeeng banget hehe.

Setelah beralih ke domain berbayar, saya mulai memikirkan DA, PA, alexa, dan page rank. Inilah yang mempengaruhi pengunjung dan job blogger. Sempat kelabakan juga melihat alexa yang naik turun. Pernah alexa 2 juta sekian beberapa bulan kemudian gemuk jadi lima juta sekian. Untuk alexa, semakin kurus semakin bagus.

DA juga begitu, dulu 24 turun jadi 17 kemudian turun jadi 7 Ya Allah... mulai hapus-hapus link-link mati yang beredar di blog. Kalau DA dan PA gemuk lebih baik.

Semakin seru ketika sudah kumpul sesama blogger, sharing job, nonton bareng, dan kopdar bareng. Kebahagiaan tidak selalu dinilai dengan uang tetapi kebersamaan inilah yang menuai senyum di bibir saya. 

Tambah seru lagi kalau dapat job review, posting artikel dari klien, kunjungan ke suatu tempat, dan lain-lain.

Lewat blog juga bisa berbagi banyak hal dengan teman-teman maya. Hal asyik lainnya adalah tak ada yang menolak tulisan kita. Yaiyalah, blog blog kita sendiri, kita yang posting, kita yang share.

Menulis Buku itu Berjuang

Inilah yang saya rasakan ketika menulis buku. Tak hanya untuk menulis buku solo tapi juga buku antologi dan ghost writer.

Nulis buku itu butuh riset lebih, baca seabrek referensi, ngumpulin ide yang tak sedikit. Satu halaman, lima halaman, lima puluh halaman, sampai ratusan halaman. Setelah itu berjuang mencari penerbit. Alhamdulillah kalau langsung diterima, kalau misal ditolak? Cari dan cari lagi.. berjuang teyuuuss...

Dan ketika penerbit nerima.. sorak sorai.. alhamdulillah. Banyak sujud syukur.

Setelah itu selesai? Beloonnn...

Kita musti berhadapan dengan editor yang akan “menggodok” tulisan kita. Editor bagi saya adalah perawat yang membantu kita lahiran. Dia yang berperan memberi masukan terhadap apa yang kita tulis, membenarkan kesalahan EYD yang tak sengaja tertoreh, dan ikut dalam proses “permak” naskah. Editor jasamu tiada tara...

Setelah editor kelar, buku kita masuk layout kemudian cetaak..

Yeaaai buku yang kita tulis beredar di toko buku. Ada nama kita di toko buku. Keren ngga sih? Banget...

Setelah ini kelar?
Belooon juga...

Agar buku kita dikenal banyak orang dengan kata lain agar buku kita tidak ngendon di toko buku alias biar tuh pohon nggak mubadzir karena dah dibuat nyetak kertas buku kita, kita harus bantu marketing.

Koar-koar kanan kiri agar banyak yang beli, bikin kuis, bikin acara, dan hal lain yang bia bikin buku kita terjual banyak.

Perjuangan jadi penulis buku selain nulis, kita harus tanggung jawab dengan isi buku. Jangan sampai buku kita bawa sesuatu yang tidak baik bagi pembaca. Bisa jadi dosa berjamaah itu. Kita yang nulis dosa, yang nerbiin ikutan, yang jual ikutan pula. Ngeriii... *banyak doa agar tulisan kita tidak demikian.

Trus kalau dah laris? Kita dapet honor. Alhamdulillah.

Ehm.. sebelum bicara honor ada yang perlu saya bold dan garis bawahi. Saya tidak menyarankan menulis untuk mencari uang. Uang atau honor adalah efek tulisan. Meski banyak orang yang menulis dengan niat mencari uang. Tapi di sini saya tidak menyarankan demikian ^_^.. banyak senang yang lain. Senang nggak sih kalau tiba-tiba ada pembaca yangbikin testi menarik terhadap buku kita? Insyaf setelah baca tulisan, atau malah dapat hidayah melalui buku yang kita tulis. Seneng banget rasanya. Meski kalau dapat banyak banget saya jadi bahagia hahaha.

Oke bicara honor. Honor penulis di Indonesia kurang lebih 8-15% dari penjualan buku dipotong pajak sekitar 30%.

Misalnya buku kita terjual 25.000.000 atau dua puluh lima juta maka honor yang kita terima adalah 2.500.000 dipotog pajak sekitar 30%. Ini kalau honor 10%. Kalau mau itung-itung persentase yang lain silahkan. Saya beri contoh yang mudah saja hehehe.

Bayangin dari 25.000.000 kita cuma dapet 2.500.000 dipotong pajak. Gimana penulis Indonesia bisa makmur? Ini pulalah yang membuat profesi penulis tak bisa jadi profesi tunggal. Ini untuk penulis pemula seperti saya lo ya. Kalau udah sekelas Mbak Asma Nadia, Mbak Dewi Lestari, Bang tere Liye, dan Bang Pidi Baiq pasti bisa.

Beda banget ma penulis luar. Sebut saja Mbak JK. Rowling yang kekayaannya hampir sama ma penguasa negara.

Seru kali ya kalau pajak penulis di Indonesia dihilangkan. Penulis bisa lebih semangat produktif nulis buku bergizi nan lezat plus bermartabat. Ini pasti bisa naikin rating budaya baca Indonesia yang berada di rating 64 dari 65 negara #curhatpenulis

Ya, seperti apapun dunia tulis menulis di Indonesia, semoga kita selalu semangat menulis kebaikan dan menginspirasi. Aamiin.

Satu hal yang membuat saya suka menulis, entah menulis buku, blog, atau yang lain adalah semoga apa yang saya tulis bisa membawa kebaikan bagi sesama, semoga apa yang saya tulis bisa menambah berat timbangan kebaikan saya kelak di akhirat. aamiin




Previous
Next Post »

6 comments

Write comments
13 November 2016 at 02:06 delete

iya banyak suka dukanya jadi penulis, blogger juga tapi yang penting semangat terus

Reply
avatar
Okti Li
AUTHOR
13 November 2016 at 22:36 delete

Salam kenal...
keren Mbak perhari pengunjung bisa sampe seribu. Saya baru ngecek Google Analytycs sebuah artikel yang udah sebulan setengah saya posting, gak sampai 400 yang view. Hikz! Sdih...

Share dong Mbak gimana cara biar pengunjung bog banyak :)

Reply
avatar
14 November 2016 at 11:13 delete

Kalo aku masih rindu mba nulis buku, kalo bisa setahun satu deb, minimal terbit buku solonya

Reply
avatar
23 November 2016 at 08:58 delete

iya bener mbak.. harus ada amunisi semangat setiap hari..

Reply
avatar
23 November 2016 at 09:00 delete

awal-awal dulu rutin menulis mbak.. sampai rata-rata perhari 700. setelah itu baru bisa "agak" ditinggal hehehe..

Reply
avatar
23 November 2016 at 09:01 delete

iya Mbak.. pinginnya gitu.. saya nulis tesis dulu aja sambil nyicil buku yang belum kelar :(

Reply
avatar

Senang sekali jika teman-teman berbagi komentar di lapak saya :)

EmoticonEmoticon

Bukuku

Bukuku