Seminar Pendidikan dan Workshop Karya Tulis Ilmiah “Antara Profesionalisme dan Pengembangan Diri” (#1)

Seminar Pendidikan dan Workshop  Karya Tulis Ilmiah “Antara Profesionalisme dan Pengembangan Diri”

Dalam upaya meningkatkan profesionalisme guru di daerah terpencil dan untuk memenuhi tugas mata kuliah Program Pengalaman Lapangan (PPL) serta sebagai bentuk sosialisasi Program Studi Pendidikan Dasar (Dikdas) Pasca Sarjaa UNESA, Mahasiswa Pasca Sarjana Pendidikan Dasar Universitas Negeri Surabaya (UNESA) bekerja sama dengan Disdik Kabupaten Indramayu mengadakan Seminar Pendidikan dan Workshop  Karya Tulis Ilmiah “Antara Profesionalisme dan Pengembangan Diri”.
Acara yang dikemas dalam tiga hari ini diikuti oleh kurang lebih 140 peserta. Hari pertama, peserta disuguhi materi Penulisan Karya Ilmiah oleh Prof. Wahyu Sukartningsih, M.Pd dan Penulisan Artkel Jurnal Nasional dan Internasional oleh Dr Waspodo Tjipto Subroto, M.Pd. Hari kedua tentang Implementasi Gerakan Literasi di Sekolah Dasar oleh Fauziah Rachmawati, S.Pd dan Communicative Games to Young Learners in Elementar School to Support PAIKEM oleh Ana Rohdiana, S.Pd.

Bertempat di Aula PGRI Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu Senin, 31 Oktober 2016 bertempat di Kecamatan Kandanghaur peserta mengikuti kegiatan dengan antusias. Terbukti dari banyaknya peserta dan perhatian peserta kepada pemateri.
Bapak Camat, Iim Nur Rohman M.Si
“Dalam bidang pendidikan, Kecamatan Kandanghaur menduduki posisi 24 dari 26 Kecamatan di Indramayu. Hal ini dikarenakan banyak faktor, salah satu diantaranya adalah nuansa masyarakat nelayan yang tinggal di pesisir pantai yang berbeda dengan kondisi masyarakat lain. Tak jarang guru Kandanghaur yang menjemput siswa yang tidak mau ujian dan tidak mau datang ke sekolah.” Sambutan Bapak Camat, Iim Nur Rohman M.Si diikuti geer peserta.
“Beberapa waktu lalu, di Indramayu pernah diadakan program super motivasi untuk siswa berprestasiyang mau lanjut sekolah namun yang kurang mampu. Namun sayang sekarang program beasiswa ini dihapus oleh pemerintah setempat.
Prof. Wahyu Sukartningsih, M.Pd
Dalam penjelasannya, Prof. Wahyu menyampaikan “Karya tulis harus diupload atau dionlinekan agar bisa dinikmati oleh khalayak ramai. Syarat penting KTI adalah kualitas dan terhindar dari plagiasi. Kemampuan untuk menulis karangan ilmiah tidak cukup berbekal penguasaan pengetahuan, teknik menyusun karangan ilmih, tetapi juga memerlukan ketrampilan yang didasarkan oleh bakat dan kemauan yang melatih diri sendiri secara terus menerus.”
Tak hanya itu, beliau juga menjelaskan, “KTI tidak hanya berupa hasil penelitian tetapi non penelitian juga bisa. Kalau dirangkum, ada tiga poin penting dalam penulisan karya ilmiah. Diantaranya adalah produk karya, isi (kajian ilmu), dan sifat penyampaian (bersifat logis dan memenuhi tata cara penulisan ilmiah). Jenis karya tulis ilmiah meliputi  laporan penelitian, tugas akhir (studi), makalah, dan artikel.”
Dalam waktu kurang lebih satu jam, Prof Wahyu menjelaskan sistematika umum KTI dengan lengkap dan rinci mulai dari judul hingga kesimpulan.
Dr Waspodo Tjipto Subroto, M.Pd.
Setelah itu peserta break dan dilanjutkan oleh Dr Waspodo menjelaskan tentang seluk beluk jurnal nasioal dan publikasinya. Kriteria jurnal meliputi lokal, nasional, nasional terakreditas, internasional, dan internasional bereputasi.
Untuk memotivasi peserta, Dr. Waspodo menyampaikan poin angka kredit jurnal. “Referensi jurnal yang bagus adalah terindeks scoopus dan elsevier. Poin angka kredit  jurnal lokal 3,  nasional 10, nasional terakreditasi 25, internasional 20, dan internasional bereputasi 40. Sebagian besar dosen mengejar jurnal internasional. Karena ini meruakan salah satu syarat menjadi guru besar.”
“Mengapa guru harus menulis jurnal? Karena ini merupakan pengembangan diri untuk mendapatkan angka kredit untuk pangkat, memberikan kepuasan saat tulisan kita dikutip oleh orang lain.” Ungkap beliau sebelum mengakhiri acara.
Sangat membanggakan ketika PKM ini terealisasi dengan sukses oleh tuan rumah Indramayu. Semoga UNESA bisa melahirkan generasi guru dan dosen yang dapat menginspirasi dan membangun negeri. (Zie)
  

In Action

Registrasi Peserta

Penerima Tamu



Doorprize untuk peserta pertama





Menyanyikan lagu Indonesia Raya

Bapak Pengawas: Bapak Zubaedi



serah terima kenang-kenangan kepada Bapak Camat oleh Kaprodi Dikdas Unesa

Penyerahan kenang-kenangan kepada Bapak Camat oleh Bapak Sekprodi






Previous
Next Post »

Senang sekali jika teman-teman berbagi komentar di lapak saya :)

EmoticonEmoticon

Bukuku

Bukuku