Hari-Hari Pertama di Kampung Inggris


Kampung Inggris menjadi salah satu destinasi saya dan teman sekelas saat liburan. Libur dua bulan dan di satu sisi lain belum lulus TEP serta persiapan ke luar negeri plus kesepian itu sesuatu buat saya yang kurang bisa berbahasa Inggris dengan lancar. 
Jadi kami merencanakan liburan yang mampu meningkatkan kemampuan berbahasa kami, yaitu dengan datang ke Kampung Inggris.
Bermulai dari survey tempat saat Ramadhan hingga kembali datang dengan mengambil beberapa tempat kursus.
Lokasi Kampung Inggris terletak di Pare, sekitar 30 km jaraknya dari Kota Kediri. Saat ini saya masih merasakan satu minggu tinggal di sini. Menikmati kehidupan sehari-hari di camp, menyewa sepeda murah, berburu makanan murah, sampai cerita liburan ke tempat-tempat di sekitar kampung ini.
Kampung Inggris memiliki udara yang segar, karena jauh dari perkotaan. Banyak tempat kursus disini yang mulai pembelajarannya dari pagi. Saya mulai belajar jam setengah 5.30 pagi sampai jam 17.30.  Selama Senin-Jumat. So Sabtu Minggu adalah waktu kami buat istirahat, refreshing, dan menyelesaikan pekerjaan
Dari yang saya dengar dari teman-teman, semua warga di Kampung Inggris berbahasa inggris, tapi kenyataannya hanya siswa-siswi yang belajar disinilah yang kebanyakan berkomunikasi bahasa inggris, itupun yang niat, lah saya? Saya memakai tiga bahasa. Inggris, Indonesia, dan Jawa hahahha
Minggu pertama saya jalani dengan sedikit kelabakan. Apa pasal? Saya ambil program camp dengan 6 kali pertemuan sehari, Senin-Jumat. Plus nekad ikut-ikut salah satu teman yang ambil Public Speaking.
Sebenarnya saya sadar betul kalau Inggris saya lemah dan harus belajar terlebih dahulu sebelum masuk di program public speaking di Daffodils. Lha karena tergoda, di sisi lain program yang ada tinggal hanya public speaking dan interview (program lain sudah penuh). Nekadlah saya.
Bertiga, saya, Miss Nuha, dan Miss Hera mengambil program ini. Untuk masuk program ini kami ada tes terlebh dahulu. Kalau gagal uang dikembalikan tapi kalau masuk ya masuk heheh. Dalam pikiran saya, tak ada ruginya mencoba. Toh nanti kalau tidak masuk uang bakal kembali.
Sampailah pada saat tes masuk. Siang itu daftar, siang itu tes. Tanpa persiapan.
Berdelapan belas kami masuk duduk dengan format U. Setelah itu tentor yang saya ketahui namanya Mr. Latif membawa beberapa kertas tertutup yang berisi pertanyaan yang harus kami jawab. Seperti tanya jawab di Miss Indonesia atau semacamnya. Kami baru tahu soal saat berada di depan. Menjawab dan menjelaskannya dalam bahasa Inggris dalam waktu yang ditentukan.
Contoh soal yang diberikan: menurutmu kebebasan itu yang seperti apa? Jika hari ini adalah hari terakhirmu, apa yang akan kamu lakukan? Deskripksikan kata merdeka! dan berbagai pertanyaan lain. Ada 20 tema yang berbeda.
Saya kebagian pertanyaan “kapan terakhir kamu berbohong?” bukan hal yang mudah buat saya menjawab ini. Mendadak, miskin vocab, tanpa konsep, dan yang terparah saya lupa kapan saya terakhir bohong. Karena saya tidak bakat untuk satu hal ini. Body language saya akan kelihatan sekali saat saya bohong. Buat yang udah lihat film Lie to Me (film barat) pasti tahu gimana ciri orang bohong dari gerak badan dan pandangan matanya.
So? Wawancara saya hancur! Beberapa pronounciation saya yang salah. Pasrah deh. Saya bilang ke teman-teman,” Ntar kalau saya nggak masuk, malamnya kita ke Kilisuci”.
Dari 18 calon penghuni kelas, 3 diantaranya dieleminasi. Setelah semua presentasi, Mr. Latif langsung mengumumkan siapa saja yang bisa join kelas public speaking serta siapa yang belum beruntung.
Bagai disambar kilat, saya, Miss Nur, dan Miss Hera masuk dalam kelas itu. Antara senang dan bingung. Senang karena dapat kelas keren ini, kumpul dengan peserta lain yang casciscus ngomong inggris... serta bingung.. Ini nggak salah? Hahah.
Karena saya diterima, malamnya tidak jadi ke Kulisuci. ;)
Ehm.. saat itu saya teringat kata-kata Richard Branson Pendiri Virgin Group,
“Jika seseorang menawari Anda peluang yang luar biasa dan Anda tidak yakin bahwa bisa melakukannya, katakan Ya, lalu pelajarilah cara menyelesaikannya.”
Ini adalah tantangan dan saya berusaha bisa. Bismillah...
Hasilnya? Tiap ada tugas kami selalu ngopi. Download youtube sampai malam, bikin konsep, dan coba praktik. Tapi apa yang terjadi? Di konsep oke, kami melihat dari youtube kemudian memodifikasi kalimat yang sesuai dengan kehidupan kami. Namun saat latihan, yang keluar dari lisan beda, saat nyoba di depan kaca apalagi, ditambah saat latihan ma teman. BEDA! Jadi usaha mencari semalam agak tak terpakai. Kami menyusun kalimat sendiri yang entah benar apa tidak. Parahnya saat dapat giliran maju. SEMUA BERUBAH!! Body language parah, pronounciation berantakan, apa yang ada di ingatan hilang. Hahahaha.. bahasa inggris.. bahasa inggris...
Karena beberapa dari kami masih sering menggunakan kata “eeeee” saat jeda. Mr. Latif yang humoris dan lucu memberikan denda 500 untuk satu kata “eeee”. Hari berikutnya 1.000 untuk satu kata “eeee”. Semoga nggak nambah lagi. 
Sepertinya saya harus bisa mengatur waktu untuk belajar deh. Seperti yang dikatakan Mahfuzh di cara belajar efektif dan menjadi pintar
Meski banyak tantangan, saya dan teman-teman sangat menikmati belajar di sini. Ditambah teman-teman hebat dari berbagai universitas beken di negeri ini. Di Kampung Inggris kita akan merasakan kelas dengan berbagai latar belakang kebudayaan, teman se-nusantara. Di kelas kami ada yang dari ITB, UHAMKA, UM, UMY, UIN Suka, UPI, UNHAS UIN Bandung, dan ada pula yang pernah ikut Indonesian Idol dan X Factor.

Saya benar-benar menikmati belajar bahasa Inggris disana. Bertemu dengan teman-teman baru dari berbagai daerah, belajar hal-hal baru dan mengunjungi tempat-tempat baru yang menyenangkan. Selain itu, juga mencoba beberapa makanan yang bikin kita penasaran.


Previous
Next Post »

Senang sekali jika teman-teman berbagi komentar di lapak saya :)

EmoticonEmoticon

Bukuku

Bukuku