Belajar Mendeteksi Kebohongan Melalui Film Lie to Me


Serial TV Amerika yang tayang pada tahun 2009 – 2011 di saluran FOX. 
Memiliki 3 season dan total 48 episode. 
13 episode di season pertama
22 di season kedua
13 episode di season ketiga.
Serial ini terinspirasi dari ahli psikologi, Paul Ekman, Ph.D. 

Film Lie to Me dengan jargon “The truth is written all over our faces” ini adalah salah satu film favorit saya. Apa pasal? Karena film ini berdasar riset, nambah pengetahuan, dan memiliki konflik yang menarik.

Awal mula, saya pikir ini film detektif karena menceritakan tentang sebuah biro  investigasi swasta yang bekerja sama dengan pemerintah untuk menyelidiki kasus-kasus unik yang tidak bisa diselesaikan dengan cara biasa. Ternyata tak hanya detektif doang.. ada banyak ilmu lain yang mendasarinya.

Dipimpin oleh Carl Lightman (Tim Roth) dan Gillian Foster (Kelli Williams), Cal dan Gillian dibantu dua partner yaitu Eli Loker (Brendan hines) dan Maria Torres Ria Torres (Monica Raymund).


Keempatnya sering terbagi menjadi dua tim dan saling bekerja sama untuk menangani kasus. Mereka melakukan berbagai macam investigasi, baik dari pembunuhan, skandal, perselingkuhan, sampai tragedi politik.Uniknya adalah, investigasi yang dilakukan menggunakan wawancara denganpara pelaku kejadian, melihat respon yang ditunjukkan dari mimik wajah mereka.

Lebih detail tentang karakter pemain

1. Carl Lightman adalah seorang ahli pendeteksi kebohongan, pembaca desepsi, raut wajah dan segala gerak tubuh yang sering dilibatkan untuk menangani kasus-kasus kepolisian.

2. Gillian, partner Dr Cal dalam mendirikan The Lightman Group memiliki kemampuan yang sama dengan Cal. Dalam cerita, Gillian digambarkan lebih ahli dalam pembacaan karakter lewat suara. Ia juga punya kemampuan untuk melakukan terapi psikologis seperti hypnosis. Dalam memecahkan kasus Gillian punya kecenderungan lebih tenang dan lebih mencoba mengerti keadaan orang yang tengah diinterogasi.


3. Eli Loker, ia punya satu karakter yang menarik, yaitu akan mengatakan hal apapun dengan jujur termasuk hal yang tengah terlintas di kepalanya, tanpa ada basa-basi dan tanpa ada yang ditutupi sama sekali. Ia juga kerap mempraktekkan “Radical Honesty” dalam perkataannya. Hal yang bagus untuk selalu jujur, walau kadang ucapannya cenderung terlalu blak-blakan dan membuat orang kaget. Eli Loker handal mengoperasikan komputer dan mengembangkan penelitian dalam hal yang berhubungan dengan ekspresi mikro.

4. Maria Torres, awal mula ia bekerja sebagai pemeriksa barang di bandara. Kemudian direkrut oleh Cal dan Gillian karena memiliki bakat atau disebut juga “Natural” untuk menjadi ahli pendeteksi ekspresi mikro. Hal ini dibuktikan dengan hasil tes Diagnosa Desepsi yang dikembangkan Dr Cal dimana Ria mendapatkan score 97% hampir sempurna. Padahal ketika ditanya apakah ia pernah menjalani pelatihan desepsi, dia hanya menjawab, “I’ve dated a lot of man”. Adegan perekrutan Ria di session pertama ini seru banget.

Bohong, apapun tujuannya adalah tindakan yang bertentangan dengan hati nurani manusia. Oleh karena itu, pada dasarnya ketika manusia berbohong selalu ada gerakan tubuh tertentu yang muncul.  Gerakan ini muncul karena ingin mengendalikan diri atau menghilangkan rasa bersalah yang muncul ketika berbohong. Gerakan ini refleks, sulit untuk dihindari.

Di season yang pertama, serial ini lebih menunjukkan tentang bagaimana membaca ekspresi mikro pada setiap orang. Senang, sedih, takut, terkejut, marah, dan lainnya. Untuk jenis kasus, di season pertama ini ada bermacam-macam kasus yang dikerjakan Lightman Group. Mulai dari kasus penculikan, konspirasi, perselingkuhan, kebakaran, dll.

Hampir disetiap episode, kita diajak untuk membuka peluang kemungkinan tersangka, yang bagi saya sangat mengasyikan (seperti menonton cerita detektif namun versi psikologis) dan kemudian diakhiri dengan  “menipu” tersangka untuk tanpa sadar akhirnya mengakui kejahatannya, trik-trik yang para penonton pun tak ketahui karena baru terbuka pada akhir episode.

Setelah menonton season pertama, saya ketagihan untuk menonton season berikutnya. Samuel Baum (the creator), pintar untuk “merumitkan” permasalahannya dengan mencampur beberapa konflik lain yang “kebetulan” juga terungkap dalam investigasinya.

Memasuki season kedua, alur cerita menjadi sedikit berubah, season kedua kasus-kasunya menjadi lebih complicated dan berat.

Dari sisi akting, Tim Roth cukup natural untuk memerankan Lightman, yang cerdas, manipulatif. Selain itu dia sebenarnya adalah seorang ayah yang sangat protektif kepada anak semata wayangnya
Session ketiga, saya belum melihat. Lebih sadis dari pertama dan kedua. Beberapa ceritanya tentang psikopat. Baru melihat beberapa episode, perut saya mulas dan enggan untuk meneruskan.

Well, saya memang penggemar cerita detektif dari kecil, dan suka dengan cerita beraroma thriller, dan tanpa disangka serial ini muncul dan masuk dalam daftar list favorite saya.

Film ini selalu punya alur cerita yang menarik untuk diikuti dan selalu punya kejutan di setiap ceritanya. Dan yang paling penting, adegan kissing atau adegan kurang patut lainnya sangat-sangat jarang. Namun saya paling menghindar cerita yang berdarah-darah. Rasanya ngeri, mual, dan mau muntah kalau lihat pembunuhan sadis penuh darah.

Beberapa yang saya pelajari dari film tersebut, yaitu membaca tanda-tanda kebohongan. Saat mengobrol,

1. Perhatikan mata lawan bicara, jika bola matanya bergerak ke kiri ketika berbicara, kemungkinan besar dia sedang berbohong.

2. Perhatikan nada bicaranya, jika dia minta mengulang pertanyaan Anda dengan kata 'Apa?' dengan nada yang naik, berarti dia berbohong. Misal : "Apa kemarin kamu pulang malam?", jawab:"Apa?"(meminta kita mengulang pertanyaan dengan nada yang naik). Meminta untuk mengulang pertanyaan sebenarnya adalah meminta waktu untuk berpikir jawaban apa yang tepat untuk diberikan.
Kecuali saat itu kondisi ramai, bisa jadi mengulang pertanyaa adalah tanda tidak mendengar heheh.

3. Perhatikan jari tangannya. Apakah dia terlihat menggesek-gesekkan salah satu jari pada kedua tangannya? Biasanya jempol kanan dan jempol kiri. Kemungkinan besar ada sesuatu yang disembunyikan.

4. Senyum asimetris.

5. Raut kesedihan palsu terlihat jika ketika seseorang sedih tapi dahinya tidak menunjukkan kerutan kecuali dia memakai botox.

6. Tatap matanya, minta dia menatap kita. jika dia menunduk refleks sebelum menatap berarti dia sedang menyembunyikan sesuatu yang membuatnya malu.
Itu teori paling dasar dari kebohongan, katanya kalau bohong, seseorang tidak mampu menatap mata orang yang mengajaknya bicara. Dari dulu saya merasa menilai seseorang bohong tidak hanya dari kemampuan mereka menatap mata. I’ve witnessed some lies and they able to see my eyes perfectly.

7. Perhatikan tarikan nafasnya. Jika setelah dia bicara ada perasaan lega (tarikan nafas lega) atau senyum tenang dan senang kemungkinan besar dia sedang tidak mengatakan yang sebenarnya.

8. Perasaan marah biasanya juga menyelimuti orang yang berbohong karena dia takut dibongkar kebohongannya. Perasaan marah ditunjukkan dengan dahi yang berkerut hebat serta mata yang melotot (terutama ketika sedang adu argumen).

9. Berkedip. Jika lawan bicara kita berkedip dalam waktu yang berdekatan dan cukup sering, bisa dipastikan dia sedang menyembunyikan kebohongannya.

Film ini sangat berguna buat saya yang berprofesi sebagai guru SD. Tak hanya berguna saat menjadi guru saja sih, di kehidupan sehari-hari juga. Jadi pengamat body language orang hehehe.

Film Lie To Me ini didasarkan pada ilmu psikologi terapan yaitu menerjemahkan teori micro expression melalui Facial Action Coding System dan bahasa tubuh. Emosi yang coba ditutupi orang dengan jenis emosi lain dan muncul dengan tanda-tanda yang minor.

Hakim di Indonesia sepertinya harus belajar nih, biar nggak dikibulin terus ama koruptor. Ilmu ini bisa dipelajari dan alangkah baiknya jika polisi, hakim, detektif, bahkan presiden memiliki kemamuan mendeteksi keboongan melalui wajah dan bahasa tubuh.

Usut punya usut tenyata serial ini sudah mengudara sejak tahun 2009 , dan season ketiga berakhir di tahun 2011. Sedikit merasa ketinggalan jaman karena saya baru menonton di tahun 2012, ngopy dari beberapa teman dan beli DVD. Jadi pingin nonton lagi..














               


Previous
Next Post »

2 comments

Write comments
1 September 2016 at 09:15 delete

Jadi pengen cari filmnya, Mbak Zie. TFS, Mbak ^^

Reply
avatar
2 September 2016 at 19:01 delete

ayo mbak liaat... film cerdas ini..heheh

Reply
avatar

Senang sekali jika teman-teman berbagi komentar di lapak saya :)

EmoticonEmoticon

Bukuku

Bukuku