Drunken Marmut: Selalu ada Kejutan yang Tak Terduga

Drunken Marmut: Selalu ada Kejutan yang Tak Terduga


Judul                          : Drunken Marmut
Penulis                       : Pidi Baiq
Jumlah halaman        : 204
Tahun terbit               : Juli 2015
Penerbit                     : Mizan Pustaka
Tempat Terbit            : Bandung


Membaca buku Pidi Baiq di sela tugas yang menumpuk adalah salah satu cara yang saya lakukan untuk menyeimbangkan kemampuan otak. Kasihan otak saya kalau terus membaca jurnal bahasa asing dan buku kuliah yang super tebal. Jadi tiap browsing buku di tobuk saya selalu menyisipkan satu atau dua buku ringan untuk saya beli. 
Setelah Review DrunkenMonster dan Drunken Molen, kali ini saya akan share Drunken Marmut yang tak kalah hebohnya.
Judul Drunken Marmut diangkat dari salah satu judul di dalam buku yang menceritakan tentang Pidi Baiq memelihara 2 marmut bernama Galon dan Termos. Keduanya hidup dengan sejahtera di taman rumah Pidi Baiq. Di kemudian hari 2 marmut itu mengganggu tanaman dan membuat Suribu jengkel. Kata Suribu di rumah sudah terlalu banyak hewan yang dipelihara, ada ikan, ada anjing, ada kucing. dan sekarang ditambah dengan 2 ekor marmut. Ini membuat tatanan di taman menjadi mudah sekali diacak-acak. Suribu menyuruh Pidi untuk membuang kedua marmut tersebut. Namun sebelum dibuang, masih sempat-sempatnya membuat acara pembacaan puisi untuk perpisahan dengan marmut. Timur, Bebe, Suribu, dan Odah bergantian membaca puisi sambil memegang lilin. 
Penasaran dengan puisinya? Puisi yang bikin ngakak itu ada di buku Drunken Marmut. Lucu rasanya ketika membayangkan kejadian sebenarnya.
Cerita lain di dalam buku ini antara lain: Oh Pram, Pacar Magang, Mencatat Sate, Linglung Hansip, Binatang Tip, Keliling Awug, Swara Kamar,  Lari Pagi Philiphina, Malaysia HUT RI, SMA Berseragam, Warnet Bugil, Kereta Terowong, Pendidikan Sejarah Perjuangan The Panasdalam, Pengemis Bunda dan Sulap Helm.
Saya kasih bocoran beberapa cerita di buku ini yaaa. Cerita warnet bugil, menceritakan tentang Pidi Baiq yang mengatakan hal-hal gila yang dapat membuat lawan bicaranya langsung memberikan poin buruk padanya. Namun, Pidi tak benar-benar mengatakannya. Ia hanya iseng dan melucu. Cerita ini mengajarkan kepada pembaca untuk tidak menilai seseorang dari cover-nya
Pada cerita Kereta Terowongan, Pidi Baiq coba meminta tolong tukang becak untuk  mengantarkannya menyeberang terowongan dengan naik kereta, ia takut dengan terowongan. Jika mau mengantar nanti dikasih uang 50 ribu. Tak disangka bapak tukang becak mau mengantarkan. Padahal sebelumnya mereka tak saling kenal. Pidi menawarkan pada tukang becak untuk membawa satu teman, si bapak mengajak istri. Jadinya mereka bertiga naik kereta api bersama. Saat sampai di terowongan, Pidi acting ketakutan untuk meyakinkan bapak becak kalau dia takut terowongan.
Ada juga cerita SMA berseragam. Saat itu Pidi diminta oleh guru BPnya untuk memasukkan baju seragamnya ke dalam celana, ia justru memasukkannya ke dalam tas yang jelas mengundang amarah sang guru.
“Dengan cerita ini, saya bukan mau membeberkan kenakalan saya. Seolah-olah, saya menganggap hari itu sebagai suatu prestasi yang boleh dibanggakan dan perlu ditiru. Demi Tuhan, tentu saja tidak. Tetapi malam mini, seandainya boleh, saya hanya ingin berimajinasi bahwa seandainya saja, saya yang dulu adalah saya yang sekarang, maka Insya Allah kelak di ruang BP saya akan bilang: Bapak, setiap sesuatu bagi manusia itu akan selalu terhubung dengan perasaannya. Masa bapak tidak tahu? Tetapi kalau memang tahu, lalu mengapakah bapak tidak menyampaikan teguran itu dengan cara yang santun, menyampaikan itu dengan cara yang baik? Tidak bisakah bapak mengubah larangan menjadi sebuah saran. Ingat, bapak, penyalahgunaan kata-kata dan kekuasaan yang tidak menyenangkan itu, akan dengan pelan dan pasti, menghancurkan harga diri siswa, dan akan membawa pada kehancurannya komunikasi antara guru dan siswa. Jelas, itu bukan cara yang baik untuk suatu pengajaran yang positif dan menumbuhkan kepercayaan diri. Satu hal lain yang juga ingin saya sampaikan, hendaknya bapak bisa menghindari mengambil hati atas kesalahan saya, atau siapa pun, sebab jika hal itu terjadi, hukuman juga akan menjadi bersifat pribadi.”
Diantara 16 kisah yang ada dibuku ini, ada bagian yang unik di akhir buku ini, yaitu tentang biaya pembuatan buku ini selama 3 minggu yang menghabiskan anggaran sebanyak Rp 1.012.000 dengan perincian yang detail hingga yang itu teh sudah ditambah 10% Seperti proposal pembuatan buku hehee.
Buku yang menggambarkan pemikiran out of the box nya Pidi Baiq ini makin menyadarkan bahwa hidup jangan terlalu dibawa serius. Cerita-ceritanya tak terpikirkan oleh orang lain. menyadarkan pembaca tentang hal-hal yang dianggap remeh namun memberikan dampak sosial. Pidi Baiq mampu membangun keakraban dengan orang yang baru ditemuinya. Mungkin oleh sebagian orang terlihat atau terkesan sangat aneh, tapi keren. Kita bisa menciptakan bahagia kapanpun itu. 
Cerita dikemas dengan humor, konyol, dan gila. Tapi bukan sekedar jahil tanpa makna. Dibalik jahil dan usilnya, memberikan pengaruh besar pada hubungan antar manusia menjadi semakin rukun.
Pidi Baiq, selain sebagai seorang musisi dan pencipta lagu, ia juga seorang penulis, ilustrator, pengajar dan komikus. Buku anti mainstream ini bagus buat koleksi. Buat variasi juga rak buku saya yang isinya buku kuliah super tebel, berat dan serius, hehehe.
Menempatkan buku serial drunken di rak, seolah membuat dinamika hidup makin berwarna.


. 




Previous
Next Post »

Senang sekali jika teman-teman berbagi komentar di lapak saya :)

EmoticonEmoticon

Bukuku

Bukuku