Puisi Fauziah Rachmawati Malang Pos Minggu, 20 Maret 2016

Puisi Fauziah Rachmawati Malang Pos Minggu, 20 Maret 2016



Di Ujung Malam

Di sudut malam ini aku membatu
Tak ada ruang, hanya lumpur yang menggenang
Kutemukan kau di penghujung waktu tanpa jejak sepatu
Di lorong gerimis sepenggal musim

Karenanya, jika sampai batas waktu
Sepeninggal langkahmu di gurat masa
Dengan senyum memendar disepuh cahaya bulan
Ditemani desir angin menggores perih di permukaan

Kuingin menemanimu
Takkan kubiarkan tangan kecilmu berdesakan dengan sampah
Hingga lambungmu menyanyikan melodi nestapa
Penuh dahaga yang berlesatan dalam rongga sepinya jiwa

Namun, kalut menggali luka
Mengalun lirih menembus kerjap jiwa
Kau menghilang di ujung jalan
Tak kutemukan kau di antara asa



Dalam Diam

Kita terlampau lelah tuk saling berbincang
tak ada yang bisa kita lakukan
selain terdiam menghitung rintik air yang jatuh
dan membiarkan kenangan itu
menggapai kalender yang acap luput untuk diingat lagi


Gundah

Saat gundah berbalut harap
kita hanya bisa diam
menyembunyikan rasa dalam-dalam
tak perlu kata terucap
karena kita tahu diam mampu ungkapkan segalanya


Melukis Cinta
Aku ingin melukis cinta di wajahmu
Seperti notasi mimpi kupu-kupu
berhias sayap hijau
Terbang bersama menuju negeri pelangi.

*Terimakasih telah meredam gelisahku



Kotaku

Kotaku melontar bara
terlelap berselimut gaduh
gelap beralas bumi basah
Tersedu…..
Bising…..

Gelombang besar tegak di langit
Bergemuruh di padang lautan
Memendar delapan arah
Menguak semua luka

Alam menangis
Kotaku tinggal jejak
Habislah…Habislah…



*Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya
Previous
Next Post »

2 comments

Write comments
8 April 2016 at 06:41 delete

Wah, kerennyaaa. Selamat ya, Mbak. :)

Reply
avatar

Senang sekali jika teman-teman berbagi komentar di lapak saya :)

EmoticonEmoticon

Bukuku

Bukuku