Keliling Surabaya Gratis dengan Surabaya Heritage Track



 Ke House of Sampoerna (HoS)  rasanya  tidak lengkap kalau belum naik bus wisata Surabaya Heritage Track (SHT). Alhamdulillah bisa naik bus warna merah yang memiliki tampilan menarik dan nyaman pada kesempatan kedua datang ke HoS. Dulu, pertama datang ke museum ini saya dan teman-teman kehabisan tiket.

Bus Surabaya Heritage Track yang berkapasitas duduk 22 orang ini siap mengantar para tracker sebutan untuk penumpang bus dengan rute yang telah disediakan. Dalam 1 hari SHT melakukan 3 kali keberangkatan dan menempuh 1,5 hingga 2 jam per rute. Sedangkan dalam 1 minggu terdapat 2 rute, yaitu Rute A short trip pada hari Selasa, Rabu, dan Kamis, dan Rute B long trip pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu. Sedangkan pada hari senin SHT tidak ada rute alias libur. Ada 3 kali jadwal keberangakatan bus yaitu jam 10.00 s/d 11.30, 13.00 s/d 14.30 dan yang terakhir 15.00 s/d 16.30.

Tak hanya jalan-jalan, tapi juga didampingi guide yang menjelaskan sejarah bangunan-bangunan cagar budaya yang dilewati dari pemandu wisata. Kegiatan  tour melintasi bangunan tua bersejarah di Surabaya bagian utara ini  mulai aktif sejak sejak tanggal 9 juni 2009.

Ada rute yang berbeda setiap harinya dan tempat yang dikunjungi berbeda pula. Total 11 bangunan bersejarah. Pas saya ke sana, kami hanya keliling ke dua tempat sekitar 60-90 menit. Oiya guide dalam tracker ini berbahasa Indonesia dan Inggris. Ahahay! Berasa jadi turis domestik nih. Jalan-jalan dengan pemandu, memakai kalung peserta, foto-foto bersama turis dalam negeri dan dari negara lain.

Bus ini gratis tis tis! Pemesanan atau reservasi bisa melalui email atau langsung datang ke House of Sampoerna, tepatnya di lobi kafe. Karcis  dibatasi maksimal 5 tiket. Jadi kalau datang berdelapan, yang pesan dua orang. Biar tidak kelihatan kalau delapan hehehe.

Untuk informasi jadwal dan rute bisa kunjungi Museum House of Sampoerna yang berlokasi di Jalan Taman Sampoerna No.6, Surabaya atau lewat telepon (031) 3539000.

Untuk menuju ke sana bisa dengan kendaraan pribadi dan kendaraan umum. Lokasinya tidak jauh dari Jembatan Merah Plaza. Lebih lengkap tentang House of Sampoerna bisa klik di sini.







Perjalanan kali ini, masih dengan personil yang sama. Saya, Bu Nur Khasanah, Pak Lalu Budi, dan Pak Suwaib mengambil tur hari Minggu jam 10.30-12.00 WIB. Tur dimulai dari Museum House of Sampoerna Surabaya. Bangunan pertama yang dikunjungi adalah Tugu Pahlawan Surabaya. Penumpang dipersilahkan turun dan mendengarkan narasi dari tour guide yang dengan fasih menceritakan asal usul nama Surabaya, sejarah kota Surabaya dan masih banyak lagi. Guide juga mempersilahkan para penumpang berfoto dengan latar patung proklamator Indonesia, Soekarno dan Hatta. Kami diberi waktu sekitar 15 menit untuk foto-foto dan jalan-jalan ke dalam. Setelah itu bus melanjutkan perjalanan kembali.








Setelah melewati beberapa gedung tua, bus kembali berhenti. Kali ini disebuah gedung PTPN termegah sepulau Jawa. Perusahaan ini awalnya dikendalikan oleh Belanda dan diberi nama Handelsvereeniging Amsterdam (HVA), yang berarti Asosiasi Pedagang Amsterdam. Gedung ini ditempati oleh HVA, sebuah perusahaan asal Belanda yang didirkan sejak tahun 1879 di Amsterdam dan bergerak di bidang impor hasil pertanian dan budidaya tebu, kopi dan singkong. Gedung di Surabaya ini berfungsi sebagai pusat kontrol untuk produksi gula di wilayah Jawa Timur. Gedung HVA terletak di jalan Merak no 1. Surabaya dan dibangun pada tahun 1920-1925 diatas lahan seluas 1.6 hektar oleh arsitek terkenal di Batavia, Hulswit, Fermont & Ed. Cuypers.

Oiya konon gedung ini memiliki bagian-bagian ornamen yang yang diimpor dari Belanda dan Italia. Uniknya gedung ini didesain fleksibel terhadap gempa. Gedung dibagi menjadi dua pondasi dan tulang dimana keduanya tidak melekat satu sama lain. Hebat deh, pemikiran arsiteknya sudah jauh kedepan pada masanya. Secara keseluruhan gedung terlihat kokoh dan anggun, tentu saja kesan angker tidak bisa dihilangkan dari gedung-gedung tua yang pada umumnya menyimpan kisah-kisah misteri hantu Belanda.











Bagi saya, ide tur ini menarik dan sangat bermanfaat. Kesannya lebih ke wisata sejarah kota Surabaya. Bermanfaat bagi saya yang terbilang masih pendatang. Bagi yang sudah lama bermukim di Surabaya juga bisa mencoba, hitung-hitung kan jadi turis di kota sendiri. Hehehe. Dengan ikutan tur ini, saya jadi tau kalo di Surabaya itu nggak hanya mall-nya doang yang banyak, tapi juga bangunan-bangunan lamanya.


Previous
Next Post »

2 comments

Write comments
23 January 2016 at 22:04 delete

Ah, sayang pas masih di Sby dulu daku blm ngrasain naik bisnya, tapi cukup terhibur deh dengan jalan2 sendiri naik kendaraan pribadi, apalagi sok2an jadi guide teman yg dari luar kota hehe

Reply
avatar
24 January 2016 at 06:55 delete

Wah mantap mbak jd guide.. Lbh leluasa pake mobil sdr juga hehe

Reply
avatar

Senang sekali jika teman-teman berbagi komentar di lapak saya :)

EmoticonEmoticon

Bukuku

Bukuku