River Tubing Seru di Nongkojajar

River Tubing Seru di Nongkojajar

 “Mbak Zie, tanggal 30 Oktober ikut River tubing yuk,” SMS dari Mbak Neng.
Tanpa babibu, langsung kuiyakan, “Ok, sama siapa?” tanyaku, tak ada balasan.
Kami jalan bareng siapa saja? Adakah yang kukenal selain Mbak Neng? Ehm..  tak apa deh, hitung-hitung cari suasana baru.
Tanggal yang dsepakati tiba, kami berkumpul di kos Mbak Neng. Ada Mbak Neng, Mbak Lia (temannya Mbak Neng), dan Mas Tri (temannya Mbak Lia), dan saya.  
Awalnya canggung karena tidak begitu kenal, tapi tak sampai 10 menit kami dah ngobrol ngalor ngidul.. Ternyata kami berempat sama-sama ramenya, klop deh! Apalagi setelah Mas Tri beli CD Kla Project di Indomaret terdekat dan tahu kami sama-sama suka ma tuh grup musik. Jadiiii sepanjang jalan (kenangan) kami menyanyikan lagu Kla Project.
Tak hanya musik, suasana mobil semakin ceria ketika masing-masing kami mengeluarkan bekal. Ada roti goreng, roma abon, popcorn, dll.
“Maaf Mbak, saya puasa,” ujar mbak Neng. Menolak kue yang kusodorkan.
“Kita beli soto yuk,” canda Mas Tri.
“Ayuk,” Mbak Neng menimpali.
“Wah berarti mancingnya harus makanan berat nih..hehe”
“Hush hush hush puasa puasa,” timpal Mbak Neng. Kami tertawa…
“Eh, Pasuruan kan tempatnya durian, ntar beli yuk?”
“Mau mau mau…” jwab Mbak Neng lagi, satu lagi kesamaan kami: suka durian.
“Lho, Mbak kan puasa?”
“Tak papa,” hahaha….
Tak ada sepinya…
Memasuki gang masuk menuju Nongkojajar kami melewati jalan yang wow, penuh tanjakan, berkelok-kelok kanan kiri, plus full pemandangan,..
“Aku akan mengejarmu sampai kau bosan kukejar,” celetuk Mas Tri pada mobil di depan kami.
Sampailah kami pada pertigaan, belok kanan atau kiri? Mbak Lia turun, menanyakan pada warga. Tak lama kemudian, “belok kiri,”
Meluncur lagi…
“Jauh ya ternyata?”
“Tapi asyik Mbak…”
Berulang kali kami menemukan jalan yang curam, bolak-balik pegangan…
“Ntar, ntar kata Mbaknya jalannya menanjak, ini kok menurun?” tanya Mbak Lia…
“Coba telepon lagi,”
Bla bla bla…
“Kita salah jalan, harusnya tadi belok kanan!” jyaaaa….
Balik kanan graaaakkk… ehm.. ini berarti harus naik gunung.
#backsound  Alamat Palsu by Mas Tri.
Alhamdulillah kami sampai juga, inipun setelah kebablasan lagi..hahaha…
Disambut dua mbak-mbak cantik kami masuk ke kantor River tubing, cuap-cuap bentar dan…
“Silahkan bagi yang mau ganti baju,”
“Ayo Mbak ganti baju,” ajak mbak Neng..
“Aku pakai ini saja,” ujarku tanpa rasa bersalah..
“Mainnya pakai celana dan kaos Mbak?”
“Haaaa?!” wajahku memerah…
***
Sebelum berangkat ke sungai, kami memakai perlengkapan river tubing, mendengarkan instruksi, dan berdoa bersama.
Setelah siap, mobil meluncur mengikuti sepeda motor mas instruktur, “Wah kita ndak tahu nih, sepedanya belok kanan atau kiri,” tanya Mas Tri.
“Tapi tenang, kita ndak bakal kehilangan jejak,” Mas Tri menjawab pertanyaannya sendiri.
“Iya ban-nya buesar..” celetukku. Hehe…
Gimana kehilangan jejak, lha wong si mas instruktur naik sepeda ma bawa 4 ban buesar-buesar…^_^.
Yang ditunggu datang juga.. kami sampai di tekape. Siap-siap river tubing! Yeaai... River tubing adalah salah satu wahana baru permainan adventure yang berhubungan dengan air dan sungai . River tubing Adventure Nongkojajar merupakan wahana wisata baru di nongkojajar dengan menyusuri sungai sepanjang 4,5 km dgn waktu tempuh 2 jam dengan mengunakan ban serta di lengkapi helm,pelampung,pelindung siku dan lutut.
Alur adventure akan dimulai dari kedatangan di basecamp, selanjutnya kita mendengarkan pengarahan tentang prosedur river tubing oleh instruktur. Di lanjutkan dengan mengunakan perlengkapan yang sudah di sediakan. Setelah itu  perjalanan menuju lokasi, seperti biasa sebelum menyusuri sungai terlebih dahulu kita semua berdoa mudah-mudahan mulai dari berangkat sampai finish nanti tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
Setelah itu di lanjutkan dengan perjalanan menyusuri sungai sepanjang kurang lebih 4 km. Banyak hal yang di alami bersama selama menyusuri sungai mulai dari segarnya air sungai, bebatuan di kanan kiri sungai selalu menyapa, juga jeram mulai dari ketinggian 1 – 2,5.
Bismillah.. yakinkan diri, ndak bakal tenggelam, yakinkan diri Allah selalu menemani, pasti selamat…berulangkali kulafalkan doa.
            Kami memulai permainan. Awal, arusnya tidak begitu deras, pelan nyaman… Apalagi kalau pas merebahkan diri, menghadap langit, ditetesi rintik huja… damai banget rasanya….
            Ketenanganku tak lama, kami dihadapkan pada bagian dengan ketinggian sekitar 2,5-3 meter plus arusnya.
            Bismillah… melucur.. dan blep blep blep… berhasil tenggelam!
Air sungai masuk lewat mulut dan hidungku. Alhamdulillah ketika tenggelam, perkataan instruktur kembali terngiang..”kalau tenggelam, pegangan pada pelampung, luruskan kaki, nanti akan mengapung sendiri,” kuikuti langkah itu, dan alhamdulillah berhasil.
“Ndak papa Mbak?” aku menggeleng dan tersenyum.
“Boleh lagi?” tanyaku. Hahaha…
“Boleh,” asyik asyik asyik…
Entah mengapa ada sensasi damai dan ringan ketika tenggelam.
Kalau pingin lagi, itu berarti aku harus naik lagi lewat bebatuan, Alhamdulillah hujan tidak begitu deras, jadi tidak begitu licin…
Sampai tekape, aku bertanya pada instruktur, “Mas kesalahanku tadi apa?”
“Mbak melepas pegangan,”
Oooo… ok, tidak boleh kulepas. Memang tadi sepertinya aku terlempar dan tak sengaja melepas tali.
“Tidak boleh dilepas, tidak boleh dilepas!’ kalimat itu berdengung di telingaku.
Siap-siap meluncur lagi… dan takan kulepas! Tapi kok.. blep blep blep… posisiku berada di bawah ban! Tenggelam lagi! Dan seperti yang kuhapalkan tadi, “tidak boleh melepas tali”. Tapi kok… agak sesak ya?
Segera kulepas tali dan berpegangan pada baju pelampung. Alhamdulillah…(luar biasa dalam keadaan tenggelam, otak masih bisa diajak kompromi n berpikir).
Mau nyoba lagi malu, dua kali ndak sukses..hahaha…
Sebelum menuju meneruskan perjalanan kami dijamu wedang jahe dan gorengan, lumayan buat meredakan rasa dingin.
Lanjut ke rintangan berikutnya…
Rintangan yang pertama yang paling ekstrim. Rintangan berikutnya seru dan tidak terlalu menakutkan.
Seru seru seru! Hari ini benar-benar ruaaarrr biasa!
“Mbak aku kok pusing ya?” Mas Tri, Mbak Lia, dan Mbak Neng mengaku pusing.
“Aneh aku kok ndak ya?” padahal dua kali tenggelam.
“Biasanya, yang tenggelam nanti pusingnya lebih lama, kan tadi di sungai ada pampers…”
“Ndak ya, tadi yang pertama ndak ada pampersnya! Baru yang agak terakhir ada!”
“Mbaknya saja yang tidak tahu, kita-kita tahu kok..”
Ha? Really?
“Ndak, beneran ndak ada!”
“Memang sih tadi ada pampers di sungai tapi masa’ di bagian pertama ada?” batinku, mencoba mengingat-ingat.
“Tenang Mbak, ndak apa-apa,”
“Hiii… ndak kok ndak!” protesku, ndak bisa kubayangin, hiii..
“Hahaha…”
Benar-benar sampai sekarang aku meyakinkan diri kalau di tempat aku tenggelam ndak ada pampersnya…haha.. dan aku yakin benar-benar ndak ada! Titik!
Takut, ngeri, tegang, fun, penasaran, dan juga adrenalin jadi ikut-ikutan semakin nai. Inilah yang saya rasakan, apalagi saya tidak bisa berenang. Kata teman-teman river tubing Adventure jauh lebih menarik, fun, dan menantang karena masing-masing orang tergantung pada diri mereka sendiri. Alhamdulillah ada beberapa guide yang siap membantu.

River Tubing Seru di Nongkojajar

River Tubing Seru di Nongkojajar

River Tubing Seru di Nongkojajar

River Tubing Seru di Nongkojajar
kika: Zie, Mbak Lia, Mbak Neng





Previous
Next Post »

Senang sekali jika teman-teman berbagi komentar di lapak saya :)

EmoticonEmoticon

Bukuku

Bukuku