FLP Malang di Batu Secret Zoo


Alhamdulillah setelah berunding, jejak pendapat, dan sempat eyel-eyelan (hehehe) akhirnya keluarga FLP Malang berhasil memutuskan tanggal ke Batu Secret Zoo (BSZ), Minggu, 15 Januari 2012.

Acara rekreasi ini adalah hadiah dari bapak Pembina FLP Malang, Pak Nur Muhammadian (saya ucapkan terimakasih banyak kepada Bapak, semoga Allah mengganti dengan ganti yang terbaik).

Sebenarnya ada banyak cerita seru terkait proses pemberangkatan ke BSZ, mulai dari aksi tunggu-menunggu, brownies manis, titip-menitip sepeda dan lain-lain. Cuman, agar lebih fokus ke BSZ, langsung saja saya ceritakan bagaimana perjalanan kami ke sana.

Dimulai dari aksi menganga dan terpana kami di depan bangunan megah seluas 16 hektar (ada yang bilang 20 hektar, entahlah saya belum ngukur^_^).

Arsitektur di Jatim Park (JP) 2 benar-benar mewah dan megah! Meski rada tidak nyambung (menurutku hehehe). Bagaimana tidak, di sebelah kiri, berdiri Museum Satwa dengan arsitek klasik Yunani nya, seperti Parthenon di Athena juga. Saat itu kami menyebut gedung putih. Melihatnya, jadi ingat film Night at the Museum.

Di tengah ada hotel berbertuk pohon raksasa (Pohon Inn). Dari luar, benar-benar nampak seperti pohon, namun ketika diamati dari dalam kemewahan itu benar-benar terasa.

Di sebelah Pohon Inn terdapat Secret Zoo yang tampil secara kontemporer dengan permainan geometris yang disusun seperti potongan intan (bener nggak sih? Semoga ada deskripsi yang lebih tepat).

Yang tak kalah megah adalah bangunan ini mempunyai background yang masyaAllah banget. Apa itu? Gunung Panderman!

Sambil menunggu kedatangan Pak Dian, kami mengambil gambar dari berbagai sudut. Ehm.. benar-benar Forum Lingkar Photo hahaha… tak ada yang terlewat. Sampai-sampai baterai kamera yang kubawa habis di tengah perjalanan. Akibatnya harus numpang ke mbak penjual es krim buat nge-charge.

Mengamati JP 2 ini aku bersyukur dan bangga sekali Malang memiliki salah satu tempat menarik yang unik dikunjungi wisatawan. Nyeselnya, mengapa sebagai warga Malang aku baru datang ke sini di tahun 2012. Ah, tak ada kata terlambat. Paling ndak sekarang kalau ditanya, “Dah pernah Ke BSZ?” jawabanku adalah sudah. Hehehe.

Sebelum masuk kami uantriii dulu. Alhamdulillah berkat kelihaian beberapa teman FLP, kami berhasil masuk dengan selamat dan berhasil menyusup di antara pengunjung ^_^.

Sepanjang perjalanan di Secret Zoo, tak henti-hentinya diri ini memuji kebesaran Allah. Setiap langkah, setiap sudut, setiap hewan yang kami temui benar-benar luar biasa!

Tempat yang teduh dan nyaman untuk berjalan-jalan. Burung dan satwa bebas berterbangan dan berkeliaran di balik jaring-jaring yang membungkus seluruh areal kebun binatang, berbagai macam serangga yang imut dari berbagai dunia, Aquarium, Flying Lemur, savvanah yang berkonsep alam liar afrika dengan sekeliling kaca tembus pandang berdekorasi suku afrika dan beberapa satwa gurun savanah seperti bison, zebra, dan lain sebagainya. Menembus areal savannah berkunjung ke Taman Gajah, Hipo & Croc garden, di Taman Elang kita bisa berfoto dengan mereka secara langsung.

Ada yang unik di area gurun savannah: patung orang India. Secara bergantian kami foto di balik patung ini. Awalnya semangat, satu persatu diambil gambarnya. Tapi langsung ilfiil ketika lihat hasil fotonya. Kenapa? Tenyata patung itu ….. ehm.. biarlah kami saja yang tahu (malu).

Salah satu yang kusyukuri (lagi) adalah di masing-masing area ada papan keterangan yang menjelaskan nama binatang, nama latin, tempat penyebaran, habitat, makanan, kelebihan dan keunikan binatang yang ada di dalamnya. Secara, sebagian besar binatangnya bukan Indonesia punya, alias impor. Ehm..benar-benar sangat edukatif, informatif dan cocok sekali untuk belajar dan mengenal lebih dalam aneka satwa beserta karakteristiknya serta tingkat konservasinya dengan detail, salah satu eksperimental learning yang mengasyikkan untuk anak-anak, remaja, dewasa, orang tua, dan siapapun yang datang.

Sepertinya, area ini didesain secara tematik sesuai dengan satwa atau arena bermainnya deh..

Bagi yang capek, tersedia cafĂ© di beberapa sudut, di dalam BSZ ini juga ada peminjaman e-bike yang dikendarai sendiri dan siap mengantar sampai pintu EXIT.

Setelah asyik dengan berbagai binatang, rute selanjutnya adalah surga bagi anak kecil dan juga kami ^_^, apa itu? Fantasy Land dan Kid Zone dengan lebih dari 20 wahana bermain. Beberapa diantaranya adalah Kapal Nabi Nuh, Mini Swinger, Battery Car, Tea Cup, Giant Wheel,Rumah Hantu, Rumah Game dan masih banyak yang lagi permainan baru lainnya, dan kabar baiknya ini sudah termasuk harga tiket dan gratis tis tis.

Yang terakhir adalah Tiger Land. Ggggrrr......bener-bener terdengar lebih nge-bass dan stereo! Macan-macan Afrika yang sengaja didatangkan untuk menghibur para pengunjung dengan pawangnya. Saat kami ke sana ada bayi macan yang imut.

Tiger Land menutup perjalanan mengelilingi BSZ. Sebelum meneruskan perjalanan ke museum satwa kami istirahat, sholat, dan makan.

Lha di sessi ini ada salah satu dari kami (laki-laki) yang hampir menangis karena hape nya “hilang”. Ehm.. kalau ingat ini jadi mbatin ternyata beberapa dari kami ada yang bakat jadi copet. Hahaha… korban baru terasa hape hilang saat perjalanan hamper selesai.

Dan melalui kejadian ini juga membuktikan kalau beberapa di antara kami tidak bakat berbohong. Masak dengan satu senyuman saja sudah ketahuan siapa yang ngambil. Eniwey, senang mengenal kalian semua keluarga FLP Malang. Cerita lengkap hilangnya hape ini bias diikuti di catatan perjalanan yang akan ditulis oleh adek Mahfuzh TNT.

Next, ke Museum Satwa. Di dalam Museum Satwa ini lebih menjadi dokumantasi dan publikasi beberapa species yang sudah punah dan beberapa koleksi replika satwa. Bagi yang dah lihat film di Night of The museum, pasti akan ingat ma nih bangunan.

Tata ruangnya unik, satwa berasal dari berbagai penjuru dunia (dalam maupun luar negeri),  dioramanya membuat seakan-akan nyata, karena setiap etalase replika dirancang seperti 3D sehingga pengunjung bisa mengabadikan foto secara real, di dalamnya juga terdapat pertunjukan boneka dan beraneka spot foto yang oke punya. Sayang saat di sini baterai kamera habis. Jadi nebeng dan ngikut teman yang kameranya masih on. Hehehe.

Di tempat ini ada replika beberapa karnivora kuno, gajah prasejarah, harimau Afrika, gajah Afrika, Beruang Kutub, dinosaurus punah, sampai kupu kupu yang namanya susah di sebutin. Semua bisa dinikmati bersama dengan diorama, diorama satwa liar yang dikonsepkan sedemikian rupa sehingga mirip dengan habitat alami mereka. Benar-benar luar biasa!













Previous
Next Post »

Senang sekali jika teman-teman berbagi komentar di lapak saya :)

EmoticonEmoticon

Bukuku

Bukuku