Proses Kreatif Juara I Lomba Menulis Surat untuk Walikota Malang




Alhamdulillah alhamdulillah alhamdulillah.. berulang kali saya mengucap syukur saat melihat pengumuman pemenang lomba Menulis Surat untuk Walikota Malang. Raissa Jasmine, salah satu nama murid binaan saya di ekstra menulis SDI As-Salam terpampang sebagai juara I.

Banyak yang tanya, bagaimana proses belajarnya? Mengingat dia masih kelas II SD.
Baiklah, saya akan cerita bagaimana proses pendampingan lomba.

Di SD tempat saya mengajar, kami memiliki tim lomba yang digawangi oleh Bu Aini. Jadi kami berburu lomba untuk anak-anak. Salah satunya lomba menulis.
Saat melihat pengumuman lomba menulis surat untuk Walikota, saya melakukan pendampingan dan Bu Aini mempersiapkan syarat-syarat yang diperlukan.


Lomba Menulis Surat untuk Walikota Malang
Lomba Menulis Surat untuk Walikota Malang

Karena waktunya mepet dan saya juga masih harus melengkapi syarat beasiswaS-2 P2TK DIKDAS, maka saya hanya melakukan briefing sekali, kemudian meminta anak-anak menulis surat. Briefing saya isi dengan wacana pemimpin jaman Nabi dan khalifah, memberi contoh surat yang pernah menang (saya memakai surat Abdurahman Faiz yang juara I lomba menulis surat untuk presiden), dan sedikit memancing empati mereka. Setelah briefing, ada pendampingan secara personal.

Oiya, sebenarnya agenda menulis ini adalah kegiatan rutin di ekstra menulis, anak-anak saya beri  games kepenulisan, trik agar menang lomba dan modul penulisan yangberjudul Buku Sakti Nulis Fiksi saat ini masih tiga lapis.

Target pada buku Jurus Sakti Jago Nulis Lapis Satu adalah siswa menjadi gemar membaca dan menulis. Tidak banyak teori, tapi langsung praktik. Ada beberapa jenis worksheet untuk memancing siswa bercerita dan mengembangkan imajinasi.
Pada lapis dua, siswa mulai berani menulis untuk media dan lomba. Berbagai tenik mengembangkan ide, imajinasi, dan cerita ada di sini.
Pada lapis tiga, mulai ada teori bagaimana cara menggali ide, membangun kharakter tokoh, membuat alur, dan lain-lain. Pada lapis ini siswa juga mulai membuat target dan perjalanan naskah yang telah dikirimya. Seorang siswa dapat naik ke Lapis Tiga jika pernah menang lomba atau tulisan mereka pernah dimuat di media level Kompas Siswa dan Bobo.
Raissa Jasmine berada di level satu, dia mulai suka membaca dan menulis. Alhamdulillah.
Setiap ada lomba menulis, saya tidak membatasi siapa saja yang ikut. Bebas mau kelas berapa. Jadi untuk lomba menulis surat untuk walikota ini, SD saya mengirimkan siswa kelas 1-6 SD.
Membaca surat mereka yang lugu saya senyum-senyum sendiri. Saya tidak terlalu mencampuri isi surat. Apalagi untuk kelas 1 dan 2. Melihat mereka mau menulis surat saja saya sudah bersyukur. Ini dia tulisan Jasmine saat pertama mengumpulkan.

Tulisan Jasmine

Tulisan Jasmine

Mendengar dia juara I, saya berusaha mencari file naskah Jasmine yang dikirim. Alhamdulillah Bu Aini memotret naskah tersebut.

naskah yang dikirim

Sayang saya tidak bisa ikut waktu penyerahan hadiah. Soalnya di saat yang sama saya harus kuliah di UNESA Surabaya. Alhamdulillah Bunda Jasmine mengirim foto-foto Jasmine. Whuuaaa rasanya bangga, senang sekali kalau muridku lebih hebat dari gurunya. Dulu saya umur segitu belum kenal lomba menulis hehehe.

Radar Malang, 24 November 2015

Jasmine bersama Bunda dan adik-adiknya

Pose di bawah banner ucapan selamat

kika: Yanda Jasmine, Abah Anton, Jasmine, dan Pak Arif

Isi Surat Jasmine 


Kepada bapak Walikota Malang

Assalamualaikum perkenalkan nama saya Jasmine, saya duduk di kelas 2 sd Islam As Salam. Cita-cita saya menjadi guru. Saya punya pertanyaan : apakah menjadi pemimpin kota malang itu sulit? Apakah bapak bekerja keras? Apakah bapak menyerah saat bekerja?
Saya punya satu permohonan, saya ingin kota malang indah, ramah, orangnya suka menolong, menolong orang yang sudah tua.
Jumat kemarin saat saya pergi sekolah, saya melewati pasar merjosari ,di deoan pasar merjosari banyak sampah berserakan di jalanan dan saya ingin membantu orang-orang yang membutuhkan saya untuk membersihkan .
Saya akan mendoakan bapak semoga bapak senang menolong, semoga bapak selalu ramah kepada orang-orang, semoga bapak bekerja keras untuk kami.
Saya ingin kota malang selalu indah.
Saya ingin bapak selalu sehat.
Saya tidak mau ada kemacetan. 
Saya tidak mau ada keributan masalah .
Saya tidak mau ada galian lagi.
Saya tidak mau ada karnaval di jalanan.
Saya tidak mau ada jalan yang ditutup karena ada acara, acara hanya ada di gedung saja.
Saya ingin penduduk suka sekali menolong .
Bapak, maaf kalau kata- kata saya salah.
Saya hanya ingin bapak senang pada surat saya.
Saya tidak mau bapak celaka.
Saya ingin bapak selalu bahagia.
Wassalamualaikum.
Raissa Jasmine Shakeela

Komentar Bunda Jasmine: Surat inilah yang mengantarkan Ananda Jasmine meraih juara 1 menulis surat untuk walikota malang. Semoga isi hatinya bisa didengar oleh Bapak Muhammad Anton selaku Walikota Malang. Membacanya membuat kita orang dewasa terpekur dan termenung...akan kita apakan Kota Malang tercinta kita.....


Komentar Juri
Ada perasaan prihatin yang mendalam saat membaca kurang lebih 1000 SURAT UNTUK WALIKOTA dari anak-anak SD (negeri dan swasta) se Malang Raya.

Awalnya saya excited ketika diminta Bappeda Kota Malang untuk menjadi juri lomba dalam rangka Hari Tata Ruang (HaTaRu 2015) ini berdua dengan eyang Wiwiek Joewono. Saya membayangkan berapa senangnya menelusuri ide-ide cemerlang anak-anak lewat surat-surat mereka.

Tapi... saat membaca lembar demi lembar, saya tertegun. Eyang wiwiek pun sama. Bagaimana mungkin seribu tumpukan surat ini isinya sama semua? Seolah-olah kita diajak memandangi gambar bebas khas anak-anak kita 2 gunung, matahari dan sawah. Bukankah semua anak akan menggambar itu saat diminta menggambar BEBAS?

Bahkan kami menemui, banyak surat yang satu kelas sama persis isinya. Saya yakin ada intervensi orang dewasa di sini, karena berada dalam amplop yang sama dengan identitas sekolah yang sama dan isinya juga plek ketiplek dan itu terulang di amplop2 lain dari beberapa sekolah. Please Pak, Bu... anak-anak kita ini cerdas fitrahnya, murni hatinya.

Di mana anak-anak yang lugu, polos, spontan, kreatif dan natural khas anak-anak tanpa intervensi orang dewasa, yang hanya demi kepentingan menang lomba rela mematikan daya pikir dan imaji anak.

Kami tidak mencari surat yang menyanjung Pak Wali, kami tidak mencari surat yang memuji-muji prestasi Kota Malang. Kami juga tidak ingin surat yang hanya sekedar mengritik atau minta ini dan itu. Maaf bukan itu yang kami cari, Pak... Bu...

Dari 1000an surat, kami hanya bisa menemukan 10-15 surat yang tak biasa, yang anak-anak berdiri menjadi diri mereka sendiri, mewakili pemikiran mereka sendiri. Ya seribu bukan angka yang sedikit, justru luar biasa banyak. Tapi 10 diantara 1000?

Penjurian hari ini diakhiri dengan helaan nafas panjang, semoga masih ada pendidikan yang menumbuhkan.

*refleksi pendidikan

'Dini' Dian Kusuma Wardhani


Salah dua buku pendamping ekstra menulis bisa didownload di



Previous
Next Post »

3 comments

Write comments
Koko Nata
AUTHOR
25 November 2015 at 16:54 delete

Berarti kemenangan siswa tersebut adalah kemenangan gurunya juga. Selamat, ya Zi

Reply
avatar
26 November 2015 at 05:53 delete

Saya mah cuma d belakang layar Mas Koko..hehe

Reply
avatar
ikram fikri
AUTHOR
12 December 2016 at 15:53 delete

Di balik anak yang berprestasi, pasti ada guru kreatif dan hebat, mantap bu...
https://pujanggadansastrabengkulu.blogspot.co.id

Reply
avatar

Senang sekali jika teman-teman berbagi komentar di lapak saya :)

EmoticonEmoticon

Bukuku

Bukuku