Pengalamanku Bermain Permainan Tradisional



Namaku Aisyah Nuriy Arina dan bisa dipanggil Aisyah atau Aca.


Namaku Aisyah Nuriy Arina dan bisa dipanggil Aisyah atau Aca. Permainan tradisonal kesukaanku adalah congklak atau dakon. Aku pernah memainkan permainan itu di rumah bersama ibuk. Aku sangat menyukai permainan itu karena cara memainkannya mudah dan pemainnya hanya 2 orang.
Cara bermainnya adalah: Pertama,siapkan alat-alat untuk bermain yaitu: papan permainandan biji atau kerikil,kedua,letakkan 7 biji di setiap lubang (kecuali 2 lubang yang ada di pinggir), ketiga,tentukan pemain pertama dan kedua,dan keempat,bermain sampai selesai dan tidak boleh curang atau harus sportif. Yang dinyatakan menang adalah yang biji atau kerikil di pinggir (yang tidak dimasuki biji) lebih banyak dari lawan.
Saat pertama kali bermain memang sedikit sulit sih... tapi kalau sudah terbiasa akan sangat mudah. Manfaatya adalah: kita bisa menyusun strategi agar bisa menang. Dan yang penting adalah cara kita bermain yaitu kita harus sportif dan tidak bermain curang apabila kita bermain curang maka kita akan menerima akibatnya dan apabila kita selalu bermain dengan jujur maka kita pasti bisa menang.
Sampai sekarang aku masih memiliki dakon itu,namun beberapa bijinya ada yang hilang. Menurutku bermain permainan tradisional sangat menyenangkan,karena selain dapat melestarikan permainan tradisional kita juga bisa bermain dengan banyakorang dan dapat menjalin tali persaudaraan.
Aku menyukai permainan tradisional diantaranya: dakon, engklek, lompat tali bentengan, gobak sodor atau galah asin, dan petak umpet. Aku bermain bentengan bersama teman-teman di sekolah.
Di rumah terkadang aku bermain petak umpet bersama adik sepupuku dan adikku. Kalau akusedang berada di rumah kakak sepupuku aku bermain gobak sodor bersama Mas Naufan, Mas Izzet,dan adikku.

Tetapi sekarang aku sudah tidak sering bermain permainan tradisional karena pada hari Jum’at,Sabtu,dan Minggu aku bermain PS dan lainnya. Dan sekarang aku sudah lama tidak pergi ke rumah kakak sepupuku di Permata Jingga.
Previous
Next Post »

4 comments

Write comments
astin astanti
AUTHOR
18 October 2015 at 11:54 delete

sekarang masih ada enggak ya di sini yang main tradisional kek gitu. Kemarin sih aku lihat ada congklak, cuma masih ada baby, takut ketelak kalau beliin buat si kakak

Reply
avatar
mi asta
AUTHOR
18 October 2015 at 11:55 delete

belum ingat kalau dakon...hehee,

Reply
avatar
duniazie.com
AUTHOR
20 October 2015 at 07:38 delete

hehehe, bisa main permainan tradisional yang lain dulu Bu..
sambil nunggu baby besar..

Reply
avatar
duniazie.com
AUTHOR
20 October 2015 at 07:39 delete

tapi pernah main dakon kan Mbak?
terimakasih sudah mampir :)

Reply
avatar

Senang sekali jika teman-teman berbagi komentar di lapak saya :)

EmoticonEmoticon

Bukuku

Bukuku