Enam Hal yang Membuat Perjalanan Seru


Punya tim dengan hobi sama merupakan satu kebahagiaan yang tak henti-henti saya syukuri. Tak ada rasa bosan,  jaim, atau baper. Semua dibawa asyik aja.

Seperti perjalanan Pandaan-Yogja yang kami tempuh. Ada aja hal unik yang kami lakukan sepanjang jalan. Bibir saya tak henti ketawa, sampai-sampai pipi saya rasanya kaku. Hahahihi bareng.

Sebelum cerita hal-hal seru apa yang kami lakukan, akan saya perkenalkan dulu personil unik yang bersatu atas ijin Allah (eeaa).

Posisi pertama, sopir hebat kami Pak Muhsin Salim, gaya nyopirnya sebelas dua belas dengan Fast Furious. Posisi kedua, di sebelah kiri Pak Muhsin ada Mbak Ami si ibu bendahara. Untuk perjalanan jauh, kami butuh bagian depan yang kalem dan tenang. Jadi kalau mobil kami ditikung, dibel mobil lan, atau berada di posisi yang membuat bergetar, seisi mobil tetap adem.

Sayap kiri dan kanan ada saya dan Mbak Nuril, tugas kami sebagai spion kanan dan kiri plus monitor buat Pak Sopir. Tak jarang kami teriak: kanan kosong, kiri aman, yeeaaaii, masuk, dan teriakan lain sebagai instruksi.

Posisi tengah ada Nour dan Afifah, jobdisk mereka sebagai klakson emergency! Mereka berdua akan berteriak secara otomatis jika Pak sopir melakukan atraksi di jalan. Teriakannya teratur ow ow ow ow...(teriakan yang cukup membuat saya geli).

Di bagian belakang sebelah kanan ada penasehat spiritual dan penjaga makanan (sampai-sampai kalau tidurpun meluk makanan yang kami bawa. Takut dihabisin yang lain sepertinya). Kalau bagian ini pindah tempat, pasti makhluk sebelah bakal rewel, terjadi gangguan di mobil, dan keluar bunyi tuttututututut yang memekakan dari mobil. Sengaja bagian ini tidak saya sebut namanya, takut teman-teman makhluk sebelah tahu. Demi keamanan, saya merahasiakan namanya.

Bagian belakang sebelah kiri, tepatnya di belakang saya adalah babe. Bapak kami di FLP Jatim, Pak Rafif Amir. Babe punya kebiasaan unik. Apa itu? Bawa kamera tapi tidak bawa memory card. Akhirnya memory card kamera saya buat kamera babe. Setelah  babe puas foto-foto, memory card saya yang bawa. Kerjasama yang menguntungkan bukan? Babe bebas menyalurkan hobi photografi dan saya sebagai kolektor foto kebagian nyimpan hasil potretannya.

Baik, seperti judul saya di atas Enam Hal yangmembuat Perjalanan Seru, kali ini saya akan buka kartu apa-apa yang membuat perjalanan kami penuh dengan tawa bahagia.
  • Membentuk tim komentator pada sisi kanan kiri

Seperti layaknya pemain bola yang memiliki komentator, pemain setir juga butuh bagian ini. Beda komentator pemain bola dengan pemain setir adalah pemain bola dibayar mahal sedang kometator pemain setir tidak dibayar. Namun meski tidak dibayar, komentator ini sudah menabung energi positif karena telah membuat kami tertawa menikmati perjalana
  • Pasang lagu dengan beat rancak

Tipe lagu yang diputar di mobil mempengaruhi gaya menyetir seseorang. Untuk perjalanan jauh, jangan sekali-kali pasang lagu melow. Bisa dipastikan pak sopir sedih, nangis, bin galau yang akhirnya kami harus membujuk agar tangisnya berhenti dan mau meneruskan perjalanan.
Tipe lagu yang asyik adalah tipe lagu yang rancak, semangat, dengan lyric positif. Kalau tidak menemukan lagu jenis ini, salah satu personil rombongan bisa sebagai vokalis sementara
  •  Mematikan lampu dan menjerit bersama saat melewati hutan

Menurut saya ini adalah bagian yang mengerikan yang teman-teman suka. Sensasinya itu lo...
Bayangin, kita mematikan semua lampu mobil saat mobil berada di jalur penuh kelokan di tengah hutan belantara. Saat mobil meluncur dalam gelap kami berteriak bersama.
Adegan ini tidak sekali dua kali, tapi berulang kali
Di tengah hutan saat gelap-gelapan, kadang ada yang teriak, “Hentikan, aku belum nikah!” 
4.      
  • 5.      Menghitung jumlah mobil (ala balapan)

Mendekati tengah malam, saat masuk di Solo kami kehabisan cara seru agar Pak Sopir tidak mengantuk dan perjalanan tetap asyik. Akhirnya untuk memecahkan suasana, kami menghitung mobil yang berhasil kami tikung. Cara menghitungnya menggunakan metode seperti balapan di sirkuit. Sambil teriak-teriak ala komentator.
  • 6.      Karaokean
Tengah malam saat memasuki Kota Yogya kami mendengarkan beberapa puisi dan curhat melow khas remaja dari radio mobil. Setelah penyiar selesai membacakan puisi dan curhat pendengar, penyiar tersebut memutar lagu-lagu syahdu. Biar tidak mengantuk, beberapa dari kami menyanyi bersama (kalau tidak boleh disebut teriak-teriak).
  • 7.      Menyimpan kenangan melalui jejak yang tertinggal

Ini satu bagian yang tak boleh ditinggal. Terutama buat personil yang kebanyakan makan dan minum. Karena kalau tidak meninggalkan jejak terlebih dahulu, bakal bahaya hasilnya. Perjalanan tidak tenang dan tidak nyaman.


Inilah enam hal yang dilakukan personil FLPYogya selama perjalanan Pandaan-Yogya. Bagaimana perjalanan yang lain? Saya belum tahu. Karena masih belum mengalami. 


Previous
Next Post »

2 comments

Write comments
muhsin salim
AUTHOR
31 October 2015 at 05:52 delete

Saya mau komentar apa ya?

Reply
avatar
5 November 2015 at 21:54 delete

komentar apapun boleh Pak...

Reply
avatar

Senang sekali jika teman-teman berbagi komentar di lapak saya :)

EmoticonEmoticon

Bukuku

Bukuku