Bulan Kejutan dari Allah



September dan Oktober bagi saya adalah bulan kejutan dari Allah. Kejutan yang membuat saya berulang kali berpikir apakah saya mampu memikulnya, kejutan itu bernama amanah. Ada dua posisi yang menurut saya berat dan saya harus benar-benar berusaha untuk maksimal. Amanah tambahan di SDI As-Salam dan FLP Jawa Timur.

Selain dua amanah tersebut alhamdulillah ada satu email dari Kemendikbud yang berisi panggilan seleksi beasiswa S-2 untuk guru SD di Bali. Berita ini membuat saya berbunga-bunga. Sebelumnya saya pesimis, lolos administrasi apa tidak? Harusnya pengumuman pada bulan Agustus tapi  September masih adem ayem tidak mendapat email.

Ditambah saya termasuk yang mepet memroses syarat administrasi ke Diknas Kota Malang. “Ibu daftar ini juga? Yang lain sudah melengkapi kemarin-kemarin Bu,” ujar pegawai Diknas.
Saya semakin pesimis ketika bertemu guru yang mengambil tanda tangan Bu Zubaidah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang. Ibu tersebut menceritakan kalau tahun ini adalah ketigakalinya beliau memasukan aplikasi beasiswa, dua sebelumnya gagal. Saya mengatur napas, memandangi amplop coklat yang mau saya kirim. Bismillah.

Pesimis bertambah karena pengumuman yang harusnya sekitar Agustus tidak muncul-mucul. Berulang kali saya cek email dan web kemendikbud. Tak ada kabar berita.

Bulan September saya mendapat dua amanah baru, akhirnya saya positif thinking, berarti beasiswa tersebut belum rejeki saya. Dan pura-pura lupa kalau pernah mengirim aplikasi untuk beasiswa.

Sabtu, 3 Oktober setelah rapot dwi bulanan di SD Islam As-Salam, saya dikejutkan oleh satu email dari Subdit Perencanaan Kebutuhan, Peningkatan Kualifikasi dan Kompetensi yang mengatakan saya masuk dalam daftar nama peserta Sosialisasi  dan Seleksi Bantuan Peningkatan Kualifikasi Guru Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama (Regional Timur) yang bertempat di Sanur Paradise Plaza Hotel dan ini artinya saya lolos administrasi. Alhamdulillah....

Saat tahu kalau tempat di Bali, saya bersorak. Alhamdulillah bisa naik pesawat gratis hehehe. Namun kembali tertegun, berani tidak ya? Soalnya saya takut ketinggian. Wong sampai sekarang saya selalu absen kalau dapat jatah flyingfox.

 Bali juga mengingatkan saya pada pengalaman tahun 2008, saat mengikuti lomba KKTM-GT Wilayah C (Jawa Timur, Madura, Bali, NTB, dan NTT). Saat itu saya mengajukan penelitian yang berjudul Strategi Pembelajaran Pendidikan Seks Remaja Autis di Tingkat Sekolah Dasar. Alhamdulillah tulisan ini meraih juara II dan memberikan kesempatan saya ke Semarang untuk tingkat nasional. Tulisan ini pula yang menjadi cikal bakal buku saya yang berjudul Pendidikan Seks untuk Anak Autis. Tahun 2014 alhamdulillah buku ini diteliti oleh mahasiswa UIN Yogya dalam bentuk skripsi di Skripsi Pendidikan Seks untuk Anak Autis.

Tujuh tahun kemudian, Allah memberi saya kesempatan untuk ikut tes S-2 di Pulau Dewata gratis! 
Tak hanya itu, Alhamdulillah ada kejutan  lain yang membuat saya semakin bersyukur: lolos beasiswa.

Hal yang selalu membuatku malu pada Robbku adalah saat amalku cacat, ibadahku berpenyakit, tapi karunia-Nya selalu sempurna. 
Previous
Next Post »

2 comments

Write comments
23 October 2015 at 08:22 delete

Congratz Mbak Zie :D Oh yg ke Bali itu untuk ini toh xD

Btw buku anak autis itu masih dijual di toko buku ga ya? @_@

Reply
avatar
23 October 2015 at 16:11 delete

Makasih Puput..iya ke Bali buat anak2 tes..
Bukuku msh ada d tobuk sptnya.. Bbrp hari ini ada yg telp, sms, dan wa dr pembaca buku

Reply
avatar

Senang sekali jika teman-teman berbagi komentar di lapak saya :)

EmoticonEmoticon

Bukuku

Bukuku