Di Balik Layar Penulisan Buku 10 Kunci Rezeki ala Sahabat Rasulullah

10 Kunci Rezeki ala Sahabat Rasulullah

Alhamdulillah terbit, Alhamdulillah. Berulang kali saya mengucap syukur, akhirnya buku 10 Kunci Rezeki ala Sahabat Rasulullah yang saya tulis sekitar bulan Ramadhan-Syawal tahun kemarin terbit juga. Buku ini saya tulis saat saya nomaden, saya menulisnya di kos teman-teman. Malam itikaf, pagi menyiapkan pesanan Pusat Flanel. mengirim pesanan, terkadang restok barang, dan menulis bab demi bab hingga selesai.

Saya sangat berterimakasih pada Mbak Miya karena telah memberikan kesempatan menulis buku bisnis, dunia baru yang saya tekuni beberapa tahun ini. Satu pengalaman berharga yang berawal dari “panasnya” melihat teman-teman FLP Malang yang memiliki penghasilan dari online shop. Cerita pejalanan awal bisnis Flanel alhamdulillah masuk dalam 10 besar menulis bersama Mbak Afifah Afra dan inshaAllah akan diterbitkan.

Saat saya menulis 10 Kunci Rezeki ala Sahabat Rasulullah, berulang kali saya meneteskan air mata. Bagaimana tidak, para sahabat Rosul yang menjadi incaran saya begitu luar biasa. Perjalanan bisnisnya sangat menginspirasi. Bahkan ada  trik bisnisnya diadopsi beberapa negara, salah satunya Indonesia. 
Ada banyak cerita haru, diantaranya adalah para sahabat selalu ingat Allah, melakukan muhasabah diri, apakah perdagangan yang dilakukan benar-benar halal, apakah hartanya sudah bermanfaat, bagaimana agar diri dan hartanya bermanfaat untuk umat, dan lain-lain.
Misalnya Abdurahman bin Auf Beliau pernah menyumbang seluruh barang yang dibawa oleh kafilah dagangnya kepada penduduk Madinah, padahal seluruh kafilah ini membawa barang dagangan yang diangkut oleh 700 unta yang memenuhi jalan-jalan kota Madinah. Perjalanan bisnis beliau membaca pasar, melakukan inovasi, monetizing, reinvestasi, dan berbagai trik bisnis lain saya tulis dalam buku ini.
Di hari pertama, Abdurahman bin Auf bekerja sebagai kuli panggul. Beliau berada di pasar Madinah yang dikelola oleh orang-orang Yahudi. Sambil bekerja, beliau mengamati kondisi pasar, mulai dari komoditas barang yang diperdagangkan, kondisi persaingan antar pedagang, perilaku konsumen, sistem distribusi barang (supply chain), dan peluang pasar yang masih terbuka. (quotes)..........Tidak heran jika sebulan kemudian beliau dapat meminang seorang gadis dengan membawa emas sebesar biji kurma. Lalu setahun kemudian, beliau sudah mampu mengeluarkan infak yang jumlahnya sangat fantastis, yang apabila dikurskan dalam rupiah nilai nominalnya sebesar 42,5 triliun rupiah.

Bagaimana dengan perempuan? Apakah bisa menjadi pengusaha? Karena sebagai perempuan kita harus menjaga hubungan dengan lawan jenis? Pertanyaan ini terjawab oleh pengalaman Bunda Khadijah yang memiliki kemampuan merekrut dan menjalin mitra bisnis. Beliau melakukan proses wawancara untuk mencari tujuh kriteria (Capability, Capacity, Character, Commitment, Creativity, dan Compatibility) pada calon karyawannya. Lebih lengkap tentang trik bisnis Bunda Khadijah dapat dibaca dalam buku ini,
Bunda Khadijah benar-benar membuat saya kagum. tak jarang mata saya berkaca-kaca saat mengetahui pejalanan hidup beliau.
Selain Abdurahman bin Auf dan Bunda Khadijah, di buku ini juga memuat perjalanan bisnis Umar bin Khattab. Beliau sangat tegas dalam mengelola pasar.

Janganlah berjualan di pasar ini bagi para pedagang yang tidak mengerti dien (muamalah).

Pernyataan tersebut dapat dikonotasikan bahwa orang-orang yang berdagang di pasar kala itu merupakan orang-orang yang benar-benar memahami agama (fikih muamalah). Karena pedagang yang tidak memahami agama, terutama berkenaan dengan fikih muamalah, akan dikeluarkan dari pasar oleh Umar bin Khattab.
Umar mengajarkan cara seimbang dalam menjalankan produksi dan konsumsi, membentuk Lembaga Keuangan Negara, dan menjaga kestabilan ekonomi melalui pasar.
Sahabat keempat yang tertulis di buku ini adalah Ustman bin Affan. Tentunya tak asing di telinga kita kalau beliau memiliki hotel dan sumur yang sampai sekarang terus memancarkan air. Kisah beliau membeli sumur penuh berkah ini tertulis bisa ditemukan dalam buku (judul, link).
Selain kisah sumur yang membuat saya merinding, juga ada pengalaman saat menjalankan Corporate Social Responsibility.
Kisah di atas adalah salah empat dari sepuluh sahabat Rosul yang sukses dalam dunia bisnis. Enam Sahabat yang lain diantaranya Abu Bakar Ash-Shiddiq Amr bin Al-Ash, Gurbernur Mesir, Pedagang Zubair bin Awwam, Muawiyah bin Abu Sufyan, Umar bin Abdul Aziz, Utsman bin Affan, dan Talhah bin Ubaidullah.
Pernah suatu kali saya kesulitan mencari bahan. Saya merasa tulisan saya ada yang kurang. Besar keinginan saya agar bisa bertemu langsung dengan 10 sahabat ini untuk wawancara. Ah, seandainya saja beliau-beliau punya buku diary, pasti seru. Alhamdulillah saat penasaran ini mendera, saya bermimpi bertemu dengan 10 sahabat Rasul yang saya tulis. Di dalam mimpi, kami tidak bercakap-cakap, hanya berkumpul dalam satu masjid yang sama. Rasanya kaau ingat pengalaman ini... Saya ingin bermimpi beliau lagi..
Selain kisah para sahabat Rosul, di buku ini saya juga menulis mitra bisnis terpercaya, diantaranya LaundryQ memiliki motto: bersih, rapi, dan wangi milik guru saya Pak Nur Muhammadian, Bunda Septi Peni Wulandani, yang aktif dalam dunia home schooling, Firman Collection: toko kerajinan yang berada di kampung keramik kota Malang, usaha penulis lepas, berbagai mitra untuk bisnis rumahan, kuliner Doonut yang dikembangkan oleh Mas Deddy FLP Jakarta, Botiashop dan Shofia Hijab, Jasa pembuatan surat lamaran kerja dan CV milik Pak Heri dan Pak Dian, EO pernikahan Syar’ie ORO Organizer, dan beberapa mitra bisnis yang lain yang bisa memberikan insprasi pada pengembangan bisnis yang kita tekuni.
Terakhir, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Mbak Mia (Miya'Z Agency Naskah) yang memberi saya kesempatan menulis buku ini dan Mbak Rengganis yang sangat membantu selesainya buku ini. Para sahabat yang membantu Firsty Inayatie Sakina, Nugraheni Syakarna, Meidoasa, Mbak Wahyunengsih, Bang Miqo, Mas Irja, Gus Awy yang membantu mencari sumber, menyediakan tempat untuk menulis, dan terus menemani semangat saya. Kepada saudara-saudara Forum Lingkar Pena (FLP) Malang dan FLP se-dunia yang menjadi "kompor" saya dalam menulis.  Sungguh kesempatan menulis buku ini adalah kesempatan emas bagi saya. Meraih impian dan mencapai kesuksesan hidup bukanlah hal yang mudah. Bukan hal yang mudah bukan berarti tidak mungkin. Semoga buku ini bisa memberi inspirasi bagi pembaca.
Semangat berjuang dan good luck!
Previous
Next Post »

4 comments

Write comments
suria riza
AUTHOR
3 September 2015 at 23:43 delete

selamaat ya bukunya ^^

Reply
avatar
pusat flanel
AUTHOR
4 September 2015 at 11:01 delete

terimakasih sudah mampir mbak Riza...:)

Reply
avatar
9 September 2015 at 14:28 delete

Serius? 0_0 sampai mimpi ketemu 10 sahabat Rasul? H-hooooooooooooow??? 0_0

Reply
avatar
10 September 2015 at 07:32 delete

iya.. di mimpi kami berkumpul di masjid.. perasaanku saat itu mengatakan kalau itu sahabat-sahabat nabi.. wajah beliau tidak jelas, suasana terang sekali...
wallahu'alam...
pas nulis buku ini, tiap hari aku berdoa agar bisa bertemu dan wawancara langsung..sebelum tidur berdoa dengan doa yang sama..

Reply
avatar

Senang sekali jika teman-teman berbagi komentar di lapak saya :)

EmoticonEmoticon

Bukuku

Bukuku