Box: Trik Cerdas Ala Supermi


Abdurahman bin auf


Saya bukan penggemar mie instan dan berbagai makanan instan yang lain. Dulu ketika masih mahasiswa, ketika teman-teman satu kos memiliki persediaan mie, persediaan saya adalah pisang dan roti. Ini berlanjut sampai sekarang, mungkin bedanya, setelah tahu beberapa kandungan tepung roti kurang sehat bagi tubuh, akhirnya stok di kamar saya seringnya buah. Lha, kebiasaan ini berantakan gara-gara box plastik supermie.

Saat itu saya mencari oleh-oleh untuk murid yang sakit di Giant Dinoyo Kota Malang. Ketika sedang melihat-lihat, tak sengaja mata ini terpaut pada box plastik warna pink. Di pikiran saya langsung teringat media pembelajaran SMART yang belum punya “rumah”.


SMART terbuat dari balok kayu dan stiker dan saya desain sendiri. Media adalah media pembelajaran tematik untuk mapel Matematika, Bahasa Indonesia, IPA, IPS, PJOK, PKn, dan SBK. Salah satu media yang saya desain mudah digunakan dan mudah digandakan.

Oke kembali ke box supermie. Box supermie ini mengusik perhatian saya. Beberapa menit saya berpikir, “masak gara-gara box, pertahanan saya untuk tidak makan mie instan runtuh?” Hehehe. Saya coba alihkan ke yang lain, kembali fokus pada oleh-oleh untuk murid yang sakit. Berputar dan berputar... Sampai akhirnya, saya benar-benar tergoda!

Saya ambil box yang berisi 5 bungkus supermie tersebut dan membawanya ke kasir.
Saat mengalami ini, saya teringat pada trik bisnis salah satu sahabat Rosul yang bernama Abdurrahman bin Auf. Salah satu sahabat terkaya dan dermawan. Dalam satu kali duduk, Abdurrahman bin Auf berinfak sebesar 40.000 dinar. Jika dikurskan sekarang= 1 dinar = Rp2.260.000,00. Jadi 40.000 dinar x Rp2.260.000 = Rp90.400.000.000,00 (90,4 miliar) . Masha Allah keren...

Salah satu trik bisnis beliau adalah menggunakan taktik monetizing, yaitu dengan cara menjual unta dengan harga modal saja, atau tidak mengambil keuntungan sedikit pun dari harga jual unta tersebut. Sehingga harga unta miliknya menjadi lebih rendah dari para pesaingnya dan bisa terjual hingga 1.000 unta hanya dalam satu hari saja.

Yang menarik adalah cara beliau mengambil keuntungan yaitu dari pelana yang beliau jual kepada para pembeli untanya. Pelana yang beliau jual berkualitas tinggi dan sangat variatif, dengan warna-warna yang atraktif serta berbeda dari pelana pada umumnya.

Cerita lengkap Abdurahman bin Auf dan beberapa sahabat lain inshaAllah ada dalam buku saya yang berjudl Inspirasi Bisnis Ala Sahabat Rosul (menunggu terbit).

Supermi cerdas dalam melakukan pengemasan. Bia jadi Supermie mencari untung sedikt dari mie produksinya, tapi mengambil untung dari box mika yang digunakan sebagai kemasan. Box mika transparan didesain cukup membuat pelanggan tergoda dan membeli produknya. Ini terbukti pada saya yang bukan penggemar mie instan.

abdurahman bin auf



Previous
Next Post »

4 comments

Write comments
27 July 2015 at 17:34 delete

akhirnya jual tupperwarenya? XD

Woh. Mencoba strategi bisnis ala Abdurrahman bin Auf. Keren.

Ditunggu updatean buat hasilnya :D Seru tuh. Coba dikumpulin kisah2nya pas nyoba nerapin strategi2 dagang para sahabat.


Eh buku yang itu gimana kabarnya? :)

Reply
avatar
27 July 2015 at 17:36 delete

Alhamdulillah bukunya dah selesai lay out.. Nunggu antrian terbit.. Doain berkah ya put..

Reply
avatar

Senang sekali jika teman-teman berbagi komentar di lapak saya :)

EmoticonEmoticon

Bukuku

Bukuku