Nyiptain Lagu Sendiri Yuuuk…



Jadi guru memang susah-susah gampang. Apalagi kalau selain menjadi guru kita juga punya aktivitas lain. Pasti bakal sibuk banget. Hal ini kualami ketika PPL. Saat pertama mengajar, aku merasa sangat gembira, senang, bersemangat, takut, grogi dan sederet perasaan lain yang sulit diungkapkan lewat kata-kata.

Maklum pengalaman pertama ketika harus menghadapi anak-anak SD yang punya sederet sifat unik. Semua perasaan rasanya jadi satu. Hingga membuat dada berdebar kencang, tangan berkeringat, lutut bergetar serta mulut yang sulit diajak kompromi.

Namun, “Saat pertama begitu menggoda, selanjutnya ….saya ketagihan ingin mengajar terus.” Jadi walaupun bukan giliran saya ngajar, saya ikut teman lain yang mendapat giliran mengajar, biasa untuk menambah pengalaman dan agar lebih mengenal murid.

Adabanyak kisah menarik tentang kegiatan mengajar mengajar. Mulai dari yang menyenangkan sampai yang memprihatinkan. Semua butuh proses hingg akan berjalan lebih baik dari sebelumnnya.

Adacerita teman-teman yang kalang kabut dalam mengatur murid.Adakisah mahasiswa yang sibuk menghapal materi agar siap saat mengajar (khusunya IPS).Adakomentar guru yang bingung memilih strategi dan alat peraga saat mengajar. Ini untuk minggu pertama kami PPL. Minggu berikutnya…lebih lancar. Biasa belajar dari pengalaman dan bertekad untuk menjadi lebih baik. Segala kekompakan, kebersamaan, saling membantu dan melengkapi semua kami timbun dalam hati agar tak hilang.

Jika kita mau membuka mata tanpa prasangka terhadap dunia pendidikan yang berkembang saat ini, kita akan melihat sebuah fenomena pendidikan yang khas, salah satunya PAKEM ( Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, Menyenangkan).

Dalam pembelajaran PAKEM, salah satu cirinya siswa diberi kesempatan seluas-luasnya untuk memperoleh pengalaman belajar melaui berbagai sumber jadi tidak hanya satu buku tapi banyak buku, tidak hanya yang ada di dalam kelas melainkan semuanya yang ada di sekitar murid.

Dan agar proses KBM berjalam dengan menyenangkan biasanya guru mempunyai metode tertentu yang sesuai dengan materi yang akan disampaikan.Paraguru harus menguasai hal ini. Selain itu yang dinamakan belajar tidak hanya di dalam kelas saja. Kita bisa keliling kampung, sawah, pekarangan, sampai pergi ke museum, candi dan tempat-tempat yang mendukung materi pelajaran. Jadi anak bisa enjoy, tidak ada lagi kesan belajar yang membosankan.

Terus untuk meminimalisir kesulitan menghapal, biasanya kami membuat lagu-lagu yang berisi pelajaran.Adabanyak lagu yang tercipta. Sebenarnya nadanya sama dengan lagu anak-anak yang adam hanya teksnya saja yang diubah. Selain unik, anak-anak juga bias menyanyikannya setiap waktu sampai hapal.

Sampai suatu ketika teman saya membuat lagu ‘jantung’ yang berasal dari lagu menanam jagung.

Jantung

Ayo kawan kita belajar

Peredaran darah di tubuh kita

Adajantungnya, ada darahnya, dan satu lagi pembuluh darah

Jantung jantung di rongga dada

Jantung tersusun dari empat ruang

Jantung jantung penting bagi kita

Jantung berfungsi memompa darah

Hal ini membuahkan inspirasi di otakku, akupun tertarik untuk ‘membuat’ lagu juga. Sebuah lagu tentang penggolongan binatang.dengan menyadur lagu naik delman

Ayo kawan kita belajar jenis binatang

Yang pertama herbivora pemakan tumbuhan

Yang kedua karnivora pemakan binatang

Yang terakhir omnivora pemakan daging

Hey…

Itulah nama-nama penggolongan hewan

Herbivora, karnivora dan omnivora

Beberapa murid tersenyum dan menirukan lagu tersebut.

“Bu boleh dicatat?”tanyanya.

“Tentu saja boleh,” jawabku.

Akhirnya mereka mencatat lagu tersebut dengan wajah ceria. Ehmmm ternyata menulis lagu itu susah-susah gampang ^_^.

Bareng, 2006
Previous
Next Post »

1 comments:

Write comments
tentangzie
AUTHOR
23 September 2011 at 14:12 delete

silahkan rizza...
makasih ya dah mampir

Reply
avatar

Senang sekali jika teman-teman berbagi komentar di lapak saya :)

EmoticonEmoticon

Bukuku

Bukuku